Story cover for Luna Cullen by cha_charlotte
Luna Cullen
  • WpView
    LECTURAS 370
  • WpVote
    Votos 191
  • WpPart
    Partes 5
  • WpView
    LECTURAS 370
  • WpVote
    Votos 191
  • WpPart
    Partes 5
Continúa, Has publicado jun 11, 2022
"Sekagum itulah jiwamu terhadap alam semesta?"
"Secinta itukah dirimu terhadap Bulan yang selalu menemani di setiap malam"

"Lantas apakah seorang seperti ku mampu berpetualang bersama mu dan mendapatkan hati seorang gadis yang aneh juga unik " -louis
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Luna Cullen a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 8
Memories in Moon cover
DEAR JAYANTAKA cover
To Nights {END} REVISI cover
puisi Lama (END) cover
troublemaker VS ketos! ✔ cover
GADIS UNGU KESAYANGAN ARSEN cover
"JANE & ALEN" cover
ARGA✔[Completed] cover

Memories in Moon

13 partes Concluida

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?