Terbias Detak[mu]

Terbias Detak[mu]

  • WpView
    Letture 476
  • WpVote
    Voti 33
  • WpPart
    Parti 35
WpMetadataReadPer adultiCompleta ven, mar 27, 2026
WpInfo
Narrativa
Azione e Thriller
Psicologico
Crime
Survival
****&**** Warning (20+) : Banyak adegan atau bacaan mengenai kekerasan dan kejahatan dalam cerita ini, penulis mengharapkan kebijakan para pembaca. ****&***** Ketika cinta hadir, jantung menjelma makna paling kejam sekaligus paling indah sebuah pengorbanan yang memaksa kehidupan lahir dari kematian, membuatnya bertahan bukan hanya karena darah yang mengalir, tetapi karena rasa bersalah, kenangan, dan cinta yang tak sempat diselamatkan. Kehidupan yang dipinjam, harapan yang diwariskan, dan luka yang tak pernah benar-benar sembuh, sebab setiap detaknya mengingatkan bahwa hidup adalah anugerah yang selalu dibayar dengan kehilangan. -Terbias, detakmu......" *****&**** Create Story by @lanaserava, 2026.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Bukan Babysitter, Bung
  • Jangan Halangi Pensiun Diniku, Mas Aktor! (Hiatus)
  • AVISENA
  • GAIRAH MENANTU BERSERAGAM
  • Bukan Sembarang Figuran
  • Stuck Between The Pags
  • XAVIER : The Silent Guardian
  • THE DUCHESS OF LANCASTER : A Tale of Two Lives (END/COMPLETED)
  • NEALINE : Blood and Ice Cream

"Aku ingin kau menjaga putraku... dan teman-temannya." Naraska mengernyit. Kata-kata itu terasa janggal di telinganya. Di seberang meja kerja, Rajendra C. Lysander duduk tegak, menatapnya lurus sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di permukaan kayu. "Aku tahu ini terdengar aneh," suara Rajendra berat, sarat kelelahan. Di tangannya, selembar kertas bisnis terjepit tanpa benar-benar ia baca. "Tapi aku akan pergi selama tiga bulan untuk perjalanan bisnis. Jadi aku membutuhkan bantuanmu." Naraska menarik napas. "Aku tidak keberatan, Paman. Tapi... mengapa harus aku? Mereka sudah mahasiswa. Bukankah mereka bisa menjaga diri mereka sendiri?" Rajendra terdiam sejenak, lalu menghela napas panjang. Tatapannya beralih ke luar jendela, seolah mencari jawaban pada langit senja di balik kaca. "Putraku dan teman-temannya telah tinggal di rumahku selama 5 bulan," ucapnya pelan. "Mereka tengah bersiap untuk mengikuti pertandingan Battle of the Bosses. Karena mereka meminta cuti, jadwal belajar mereka bersama pengajarnya semakin padat." Naraska menautkan alis. "Kalau begitu, mengapa aku perlu mengawasi mereka? Bukankah guru itu cukup?" Mata Rajendra kembali beralih padanya, kali ini tajam dan penuh arti. "Itulah," katanya singkat. "Yang ku ingin kau awasi"

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti