SOULMATE [On Going]

SOULMATE [On Going]

  • WpView
    Reads 126
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 31, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
[ADA BAIKNYA FOLLOW SEBELUM MEMBACA AGAR TIDAK KETINGGALAN INFO CERITA] • • • "Kenapa lo terima perjodohan ini? Lo tertarik sama gue? Bukannya lo tahu 'kan gue udah punya pacar." -Rayhan Angkasa Rahardian "Dih, siapa yang bilang aku tertarik. Aku juga udah suka sama yang lain kali!!" -Naysila Allysia Nirmala • • • Perjodohan. Klise memang, tapi apa masih ada di zaman millenial seperti ini? Tentu. Itulah yang terjadi di antara Rayhan Angkasa Rahardian dan Naysila Allysia Nirmala. Kedua orang tua mereka sudah merencanakan perjodohan ini sejak lama. "Kalian menerima kan perjodohan ini?" "Iya." "Nggak." Jawab keduanya secara serempak. Jawaban yang diberikan memang berbeda. Tapi kalau sudah jodoh? "Jika memang ia orang yang tepat. Akan selalu ada cara untuk bisa dekat." • • • ⚠️ CERITA INI MURNI HASIL PEMIKIRAN SENDIRI!! Jika ada kesamaan, mohon dimaafkan. Itu murni karena ketidaksengajaan. ⚠️ JANGAN BURU-BURU MENILAI SEBELUM CERITA SELESAI!! Yuk, ikuti terus ceritanya! Selamat membaca dan semoga suka. S O U L M A T E © 2022 puputrisandra
All Rights Reserved
#7
sofia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tulisan Ghani (SELESAI)
  • Putra, Putri, & Perjodohan [END]
  • Neyralgis||On Going
  • ARLEA || Arlo • Hillea - END
  • N & N [Selesai]
  • ZIA-IE
  • REYRA🍁 [TERBIT]
  • DERAN
  • AKSELIO NALENDRA
  • CINTADIMAS

Ketika pertama kali mengenal Zita, Ghani melihat perempuan itu tak lebih dari sekedar murid biasa. Matanya, senyumnya, cara ia bicara, suaranya, gelak tawanya, gerak-gerik tubuhnya, tidak ada yang spesial. Namun, di tahun kedua sekolah, perlahan-lahan semuanya berubah. Ghani melihat ada yang berbeda. Zita bukan lagi murid biasa seperti yang selama ini tertanam di benaknya. Zita lain. Sesuatu dalam diri perempuan itu membuat Ghani jadi ingin lebih tahu, lebih kenal, lebih dari semua orang yang pernah ada dalam hidup Zita. Saat Ghani mengambil satu langkah lebih dekat dengan perempuan itu, tiba-tiba saja Zita berhenti bergerak. Dinding yang tinggi tiba-tiba hadir dan membuat Ghani bertanya-tanya. Setelah mengalami itu, Ghani sadar bahwa keadaan Zita adalah yang paling penting. Ghani mulai belajar bahwa menyayangi seseorang bukanlah lagi masalah memiliki atau tidak. Apa yang Ghani inginkan adalah Zita bahagia. Dari perempuan itu, Ghani mulai mengerti arti dari ketulusan. ================================================================ © 2023 Radin Azkia

More details
WpActionLinkContent Guidelines