Ngejagain Jodoh Orang?

Ngejagain Jodoh Orang?

  • WpView
    Membaca 2,762
  • WpVote
    Vote 543
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jul 31, 2022
Komentar yang paling sering terdengar ketika sepasang manusia mengakhiri hubungan yang telah dijalani bertahun-tahun adalah, "Sayang banget pacaran 5 tahun cuma ngejagain jodoh orang". Natya begitu 'kenyang' hingga begah mendengar komentar paling tidak masuk akal tersebut. Hubungannya kandas bukan perihal 'ngejagain jodoh orang', hanya saja memang tak bisa lagi diselamatkan. Siapa juga yang ingin pacaran lalu putus? Ya, kecuali tujuan pacaran hanyalah gimmcik semata. Tak pernah terlintas sedikit pun di benak Natya, bahwa hubungan yang ia pikir akan berakhir di pelaminan menjadi runyam dan kandas karena kesetiaan. Tak pernah terbayangkan barang sedetik pun, bahwa pria yang begitu ia cintai lebih memilih menikahi orang lain. Sakit hati, kecewa, pusing, sakit kepala, dan segala hal yang berhubungan dengan patah hatinya masih harus mendengar kicauan orang-orang seputar 'ngejagain jodoh orang'.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Love And Hurts (SELESAI)
  • Gak Di Sangkah Ternyata' Aku Di Jodohkan Dengan Dirinya
  • Before Wedding [END]
  • Denyut Waktu (TAMAT)
  • Pria Milik Mereka - END (GOOGLE PLAY)
  • Prenuptial Agreement
  • Miracle (SELESAI)
  • Setelah Kita Delapan Belas Tahun
  • Behind Our Eyes

Cinta mereka tidak setara. Pernikahan mereka diambang perceraian. Ketika kata cinta datang terlambat, semuanya hampir tidak selamat. "Saya membebaskan kamu sekarang. Mulai hari ini terserah kamu mau melakukan apa sebab saya tidak akan peduli dengan semua yang kamu lakukan." -Hestama Satrio Hadipradja. "Selamat atas kabar pernikahan kamu dan Serana. Semoga kamu dan dia bahagia selamanya." -Catradewi Haruna Rihayu.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan