D.I.Z.Z.Y

D.I.Z.Z.Y

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 12, 2022
"sepertinya aku menyukaimu" pria itu menatap sebuah foto yang berada disamping ranjangnya rindu? mungkin tidak karena dia melepaskan apa yang seharusnya dia kembalikan seperti semula ketika dia hendak berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri tiba tiba nging... nging.. kepalanya terasa sangat pusing sekali, setelahnya dia memegang kepalanya "Ahhhh... SAKIT" dia meremas rambutnya brakkk "ambilkan sampel obatnya" seseorang menerobos masuk dan berteriak kepada anak buahnya setelah mendapati subjeknya kesakitan seperti sebelumnya.. lagi dan lagi "mari kita akhiri" "t.. tapi dok, itu akan sangat berisiko" beberapa saat setelah 2 orang itu berdebat masuk beberapa perawat membawa pria yang pingsan itu setelah disuntikan serum oleh sang dokter ke tempat lain sebelum benar benar matanya tertutup pria itu berbisik kepada orang yang membawanya "t...tak apa"
All Rights Reserved
#114
han
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "LOVE AGAIN"
  • Psychopat [SELESAI]
  • Is LOVE
  • And I Return to You
  • Berandal Buana [END]
  • [Terjemah] SAVE ME, KEEP ME | MarkChan GS ✔️
  • Back Then, I Was Just A Child!
  • Riana... I Love You (Completed✔)
  • Diary Of Rain [END]

Adeev tersenyum sinis dan mengangkat kakinya. Adeev menginjak luka di pundak laki-laki itu dan menekannya. Suara teriakan kesakitan menggema di kamar hotel. "Dulu mungkin aku terlalu bodoh untuk tidak langsung membunuhnya. Aku juga terlalu baik untuk tidak langsung menembak kepalanya. Tapi apakah kau tahu, karena dia dan dirimu aku menjadi sadar bahwa tidak seharusnya ada belas kasihan untuk siapapun." Laki-laki itu memegang kaki Adeev berusaha mendorong agar tidak menginjak pundaknya. Tapi Adeev justru semakin menekan luka itu. "Dee, apa yang kau lakukan!!" Adeev melepaskan luka tembak laki-laki itu dari injakan kakinya. Dan menatap Exell dalam-dalam tapi tidak lama kemudian para pasukan tim blacklion ikut masuk dan langsung mengamankan kamar hotel itu. Sedangkan ketua tim berlari dan memeriksa keadaan laki-laki itu. Saat tahu target mereka sudah tak sadarkan diri dengan bersimbah darah dan luka tembak. Dia bangkit dan langsung menodongkan pistol ke arah Adeev. ----------------------------------------------- "Ketika cinta harus kalah oleh dendam. Dan ketika dendam harus kalah oleh ketulusan. Saat kau harus mati-matian bangkit dari keterpurukan yang begitu dalam. Berusaha membangun tembok tinggi untuk melindungi dirimu. Menancapkan dendam pada hatimu sendiri agar membalaskan semua sakit yang kau rasakan, tapi tembok itu perlahan menjadi rapuh saat kau sadar dia tak pantas merasakan sakit yang pernah kau rasakan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines