Look At Me

Look At Me

  • WpView
    Reads 82
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Wed, Jun 15, 2022
"aku mending nggak bisa liat dunia di banding nggak bisa liat kamu. Walaupun kamu nggak bisa liat dunia maka biarkan dunia yang liat kamu" Adrian Pernah menjadi Rank #1 perjalanan hidup
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ujung Serbuk Emas Segera Hancur [END]
  • TRANSMIGRASI??BODO AMAT!!! [END]
  • villain's  [ SUDAH TERBIT DI PLAY STORE DAN PLAY BOOK ]
  • Mengambil Peran Viola Si Antagonis! (End) - TERBIT!
  • Ada Apa Dengan Cinta
  • ON SIGHT (Completed)
  • Karangan Ku
  • Alvito
  • FIRST DATE | KIM DOYOUNG

PLAGIAT JAUH-JAUH SANA! "Apa Anda bodoh, malas, dan berambisi ingin mendapatkan nilai bagus? Silakan datang ke tempat kami bersama orang tua kalian, kami akan membuat otak Anda merasakan kesegaran seperti di alam bebas. Tanpa berpikir keras, otak kalian bisa fokus bertumbuh kembang ke hal lain. Silakan menghubungi nomor tertera di bawah ini." Di dunia ini kertas ulangan dan nilai dianggap remeh. Anak adalah ujung tombak untuk para orang tua. Bagaimana jika anak itu mendapatkan hal spesial dari privilege sebagai orang kaya? Mendapatkan serbuk emas yang dijual hanya untuk para orang kaya yang serakah, egois, dan haus akan kepuasan. Ingin mendapatkan apa pun untuk sebuah pencapaian di atas rapor mereka, dengan satu rahasia mudah mereka semua akan mendapatkannya. Asal kalian punya uang. Kisah tentang seseorang perwakilan dari dunia atas, turun ke dunia bawah untuk memperbaiki sistem yang rusak di sekolah pilihan dan malah mendapatkan pesaing penting di sana. "Masa emas untuk anak-anak akan hancur." - Ada tiga pria pernah berkata seperti ini padanya. "Ini maksudku, sejauh apa pun kau pergi aku akan selalu sampai lebih awal di sana, ingat itu." "Aku akan menantikan sifat lugumu yang lain, jadi jika nanti kita bertemu kembali, janganlah menghindar." "Maaf telah membencimu dulu, aku kira anak kecil yang aku temui waktu itu akan membisu hingga sakit itu membusuk selamanya. Tapi, kau mampu menghapus pikiranku padamu saat itu." Mendapatkan ucapan itu dari pengawal dan dua kakak beradik, membuatnya semakin kebingungan dalam emosi yang kosong. Semua hal yang dia suka hilang dalam sekejap, sebab kehadiran mereka yang akrab.

More details
WpActionLinkContent Guidelines