Riuh tak di Dengar

Riuh tak di Dengar

  • WpView
    Lecturas 37
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, jul 17, 2022
WpInfo
Poesía
Aku pernah mendengar kicauan semesta mencabik raga yang lemah. Di lembar lainnya aku melihat peluh tak tertahankan si pengembara disudut malamnya. Sipendiam itu selalu berisik sendirian, menunggu dekapan yang hanya sebuah penantian.
Todos los derechos reservados
#31
intro
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Berdamai Dengan Takdirku
  • Say Too Late Apologize?
  • bait-bait sajak yang lahir di pagi buta
  • Cinta Pertama
  • ROMANSA KATA
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • Sekumpulan Sajak yang Berkisah
  • Dibalik Diam.
  • RUMPANG RAMPUNG
  • Mengenal Sebuah Keindahan

menceritakan tentang seorang wanita yang berusaha berdamai dengan takdirnya Berdamai dengan takdir memang bukan hal yang mudah, namun dengan usaha dan rasa ikhlas semuanya akan dapat dilalui

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido