Riuh tak di Dengar

Riuh tak di Dengar

  • WpView
    Membaca 37
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jul 17, 2022
Aku pernah mendengar kicauan semesta mencabik raga yang lemah. Di lembar lainnya aku melihat peluh tak tertahankan si pengembara disudut malamnya. Sipendiam itu selalu berisik sendirian, menunggu dekapan yang hanya sebuah penantian.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#46
intro
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • bait-bait sajak yang lahir di pagi buta
  • RECLINE
  • Sekumpulan Sajak yang Berkisah
  • RUMPANG RAMPUNG
  • ROMANSA KATA
  • Mengenal Sebuah Keindahan
  • KAIFA HALUKI??
  • Say Too Late Apologize?
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • Bait-Bait Semesta

tidak ada yang lebih mematikan, ketimbang mata yang terus terjaga hingga pagi buta, dengan pelipis berdenyut kencang sementara jari-jemari tak henti mengetikkan sajak. biar kali ini, aku bersuara melalui tulisan. --- start: March 28th 2023

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan