Borneum dan Luka-lukanya

Borneum dan Luka-lukanya

  • WpView
    Reads 164
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 22, 2022
Perjalanan jauh yang membawa kita ke titik jenuh. Hingga akhirnya rapuh pun menyeru. Banyak diantara makhluk yang tinggal di planet bumi sudah mati sejak lama. Raga tanpa nyawa adalah elegi bencana. Hingga di atas itu semua semesta berkuasa. Pulau yang banyak ditakuti orang, di sanalah puncak komedi hidup Ara bermula dengan tanpa. Bertumpu seutuhnya pada diri yang pada dasarnya lirih, menyulitkan hidup ini.
All Rights Reserved
#3
kalimantan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Prince Untuk Alea
  • 15th Voltage [Tegangan 15] ✔(COMPLETED)
  • Aranista
  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]
  • B U N G E E
  • 244 Days to Hurt You

"Aku hanya ingin tidur ... tidur selamanya bersama Bunda." "Berani baca kisahku?" _ _ _ _ _ _ Aku Nino, cowok berkacamata yang selalu memakai jaket. _ _ _ _ _ _ Tekanan hidup membuatku depresi dan berakhir menyakiti diri sendiri. Bukan hanya sekali, dua kali, tapi sering ... Aku? Apakah aku mampu? Menjalani hidup bagai neraka. Atau ... Haruskah Mati? _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ ©Haruskah Mati? karya meitheoypt ~>Cerita ini sudah pernah dipublish tapi karena ada masalah, berakhirlah diunpub. Dan pada tgl 7 Sept 2021, cerita ini di-publish ulang [Akan langsung DIHAPUS setelah tamat, berani baca sampai akhir?] _______________________________________________ Nb: •Jika kamu makhluk Tuhan yang mengerti apa itu kerja keras, maka janganlah jarimu itu pelit 'tuk menekan bintang atau sekadar memberi komen •Jika kamu makhluk Tuhan yang PAHAM apa itu perjuangan, juga kebahagiaan seseorang, maka janganlah ada di benakmu niatan untuk memplagiat cerita karena sejatinya kami para penulis yang berjuanh dengan karya kami sudah terlalu capek menghadapi segala suka duka. Maka dari itu, mari kita ciptakan kedamaian Selamat membaca, semoga suka ^.^

More details
WpActionLinkContent Guidelines