MENCARI BAHAGIA YANG HILANG

MENCARI BAHAGIA YANG HILANG

  • WpView
    Reads 152
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 23, 2022
"Kalau capek istirahat jangan memutuskan pergi" "Kamu gak tau rasanya jadi aku jadi jangan sok tau!" "Saya hanya mengingatkan saja" "Percuma kamu ngingetin aku, kamu juga bakalan ninggalin aku kan?" "Saya...." Ini adalah cerita anak-anak dari keluarga Raffaello yang sedang berjuang menghadapi kehidupan. Gagal dalam keluarga, sekolah, dan juga cinta.
All Rights Reserved
#5
johhny
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DREAM HOUSE
  • Aku Ingin Bercerita
  • Kemana Arah Pulang?
  • My Brother[Sequel Mianhae My Brother]
  • Rebels
  • Sergio | Haechan
  • Semesta untuk sean
  • New Members At Home [ End ]
  • KARAFERNELIA
  • Keluarga Bramantya [END]

Sinopsis: Na Jaemin, mahasiswa teknik sipil tahun kedua, memilih tinggal di kos demi menjauh dari rumah yang selalu dipenuhi pertengkaran. Sejak kecil, trauma ditinggal orang tua saat lampu padam membuatnya membenci gelap dan kesendirian. Di kos sederhana itu, dia bertemu dengan enam pemuda lain yang menyimpan luka masing-masing. Mark Lee, mahasiswa hukum yang dewasa namun kesepian karena renggangnya hubungan dengan sang adik, Lee Jeno, mahasiswa teknik mesin yang dingin dan menutup diri. Huang Renjun, anak kedokteran yang penuh empati tapi menyimpan luka karena tumbuh di panti asuhan. Haechan, mahasiswa seni musik yang selalu ceria, menyimpan kesedihan yang tak pernah ia tunjukkan. Chenle, mahasiswa bisnis tahun pertama dan anak pemilik kos, selalu jadi penengah yang hangat. Dan Park Jisung, adik kelas yang polos dan hangat, membawa kebahagiaan dengan kasih sayang utuh dari keluarganya. Mereka tinggal bersama, bertumbuh, dan menyembuhkan luka masing-masing melalui tawa, tangis, pertengkaran, dan kehangatan keluarga yang mereka bentuk sendiri. Di balik pintu-pintu kamar yang berbeda, hati-hati mereka mulai menyatu-dan perlahan, Jaemin menemukan bahwa tidak semua rumah harus menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines