Naira
  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Jun 18, 2022
Hai... Namaku Naira putri Prasmana aku siswa terbaik Di sekolah SMA N.1 Jakarta Aku lahir dari keluarga ternama Sejak kecil aku selalu sendiri karena di usiaku yang masih 5 thn aku sudah ditinggalkan seorang kakaku yang bernama Zayn putra prasmana kakakku meninggal karena mengendap penyakit yang mematikan sudah dibawa kemaana-mana namun tetap saja hasilnya sama saja. Sampai sampai kedua oranng tuaku mengalami keujian ekonomi dikarenakan untuk berobat kakakku dan disaat itu juga papaku bekerja keras untuk biaya pengobatan kakakku dan kehidupan kami . Tapi tuhan bekehendak lain kakak ku meninggal sejak usiaku 5 tahun . Karena keterlambatan pengobatan. Dan , papah menemukan jalan keluar yaitu dengan cara menjodohkan aku dengan teman SMA nya dulu supaya bisa membayar biaya pengobatan kakak dulu dan disitu juga aku hatus mengubur semua mimpi dan cita citaku buat kukiah di korea...gila emang iya ini gila bagiku tapi setiap keputusan papah selalu tepat sasaran. Dan aku siap tidak siap harus menerima perjodohan ini . Tak kusangka ternyata dia adalah......... kepo yaaaa ayokk lanjut sampek bab terakhir happy reading dear✨♡
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Air Mata Cinta Di Teras Surga ( SELESAI )
  • My Duchess / End
  • Sehari Untuk Selamanya
  • A R S E A N A
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Become Baby Boy✓
  • Hai, Kak! (END)
  • New Possessive Family
  • sraddah (on going)

Malam ini, beberapa hari setelah aku kembali dari Arab Saudi, aku bersama ayah dan ibuku datang ke rumah salah seorang kerabat ayah untuk bersilaturrahmi di hari raya, dalih kami. Padahal, yang sebenarnya adalah kami memiliki maksud dan tujuan yang lebih utama dari bersilaturrahmi di hari raya, yakni untuk melihat gadis yang diinginkan ibu menjadi calon istriku. "Naira. Naira Salsabila nama lengkapnya. Naira ini adalah putri kandung kami." Begitu ayah gadis yang ingin kulihat itu memperkenalkan putri beliau kepadaku, dan kepada ibu dan ayahku, saat Naira, sapaan si gadis berhijab orange muda, menyajikan teh untuk kami yang sedang bertamu ke rumahnya. Naira, gadis berumur dua puluh tahun itu perlahan mulai mencuri pandanganku. Wajah putih lembut. Pipi yang merona. Tatapan matanya yang sendu. Senyum tipis yang mengunci bibir. Sikapnya yang santun. Pandangan yang senantiasa terkurung sungkan. Semua hal yang sungguh indah lagi anggun di mataku tersebut, seakan tak membiarkan hatiku untuk ragu pada niat suciku terhadapnya. Bahkan, sedikitpun keraguan tak ada bayangan akan tumbuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines