Langit Ellie

Langit Ellie

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 16, 2022
Kehidupan itu ada berbagai warna. Salah satunya hitam atau gelap. Kehidupan selalu berkaitan dengan takdir, hanya saja kali ini takdir selalu tak memihaknya. Gelap. Sunyi. Namaku Ellie. Aku anak semata wayang dari CEO Perusahaan terbesar di dunia. Papaku sangat tampan dan menyayangiku, begitu juga mamaku. Hanya saja, takdir langit tidak selalu berjalan apik. Berbagai lika liku kehidupan semuanya tampak sama di mataku. Tidak ada yang berubah. Hanya makin buruk. Hingga takdir indah pun datang padaku. Namun, semua juga berakhir. Aku suka langit tetapi aku benci takdir langit. Qayvara Elliers Sanjaya
All Rights Reserved
#195
rumah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUMANTARA
  • IPS 1 ✓
  • More Than It Seemed
  • Crazy Classmates |END✔|
  • IPA & IPS
  • DI BAWAH CAHAYA SENJA
  • Jesika Anjasmara
  • A MEMORY BETWEEN US | HARQEEL [ON GOING]
  • LIMERENCE [ END ]
BUMANTARA

PLAK!!! Suara tamparan keras yang menghantam pipi seorang gadis yang tengah meringkuk di atas dinginnya lantai toilet. Gadis itu tak melawan, dia hanya diam sambil menatap nanar pada lantai, dia Naya Rivera. "ANJ**G! gak guna lo!" maki seorang siswi itu, sambil sesekali menendang tubuh gadis malang itu. "Maaf." ucap Naya itu dengan nada bergetar, hanya kata itu yang bisa dia ucapkan di balik rasa takutnya. Cih! Bukannya merasa kasihan, siswi itu malah semakin membabi buta dengan menarik keras rambut Naya, lalu mencengkram kuat-kuat rahang Naya. "Apa? maaf lo bilang?! Kata maap lo gak cukup buat nilai tugas gue jadi 100 tolol! Dasar anak pelac*r!" keras dan tidak tahu rasa terima kasih, itulah Rossalia Maharani. Menjadikan Naya sebagai budak untuk mengerjakan semua tugasnya. Naya memang terkenal akan sifat lugu serta kepintarannya, dan Rossa berpikir bahwa mengapa dia tidak memanfaatkan itu semua bukan? Tuntutan akan keluarga Rossa, yang menekan anaknya untuk menjadi yang paling utama dalam hal apapun, apalagi masalah prestasi di sekolahnya. Bagi Naya, sekolah ataupun rumah itu sama saja, iya sama saja tempat yang menyakitkan. Disaat orang lain merasakan rumah menjadi tempat ternyaman, namun itu tidak berlaku bagi Naya. Tamparan bahkan pukulan sudah menjadi bagian yang Naya dapatkan setiap harinya. Tak ada yang menyayanginya, tak ada yang mampu mengerti keadaannya, tak ada seorangpun. Ibu nya? Tidak, dia sama saja seperti orang lainnya. Teman? itu apa lagi, Naya sama sekali tidak mempunyai teman. "Mana ada orang yang mau berteman dengan orang udik seperti saya" pikiran itu yang selalu tertancap keras di pikirannya. Apakah Naya mampu melawan setiap kesedihan nya? Akankah Naya merasakan kebahagiaan seperti yang orang lain rasakan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines