Life Goes On

Life Goes On

  • WpView
    Reads 8,441
  • WpVote
    Votes 859
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 10, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
"Punya anak gadis itu jujur berat banget sayang," ujar Nafis menatap putrinya penuh cinta. "Kenapa?" "Kalo ayah disuruh pilih, mending ayah merawat 25 anak cowok sekaligus daripada anak gadis" "Kenapa?" "Banyak cobaannya." ------ "Kenapa kakak baru muncul sekarang? Setelah semuanya terjadi? Setelah aku kehilangannya?" ----- Ini tentang mereka, tiga orang remaja yang terpaksa didewasakan oleh keadaan. Kehidupan yang penuh dengan konflik. Ketiganya tumbuh bersama selayaknya keluarga. Namun apa yang terjadi jika mereka harus berpisah? Setiap pertemuan tetaplah ada perpisahan, dan yang akrab pun bisa menjadi asing, tapi bagaimana dengan kisah mereka?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • Stres In Life
  • DANADYAKSA
  • LENATHAN (hiatus)
  • THE FAMILY I (HATED) LOVED
  • Sejenak Luka
  • Paradise
  • Rumah Penuh Cerita
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines