Aporia

Aporia

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 18, 2025
"Beberapa perasaan tidak pernah benar-benar hilang... hanya tersimpan rapi sampai akhirnya dipanggil kembali." Ivy tidak pernah menyangka akan bertemu lagi dengan Min Alison-cinta pertamanya, yang dulu hanya bisa ia pandangi dari jauh di bangku SMP. Pertemuan itu seperti membuka lembaran lama yang belum selesai ditulis. Rasa yang dulu tertahan perlahan tumbuh kembali, tapi seperti masa lalu yang mereka bagi... semuanya masih dibungkus diam. Di tengah usaha memahami perasaannya sendiri, hadir Levin-seseorang yang berbeda dari Min, tapi entah kenapa selalu muncul di saat yang tepat. Levin bukan bagian dari masa lalu Ivy, tapi ia menjadi bagian dari hari-hari yang terus berjalan. Sosok yang mungkin tak pernah diminta hadir, tapi keberadaannya sulit diabaikan. Ivy terjebak di antara dua dunia-yang satu penuh kenangan, yang satu lagi penuh kemungkinan. Di hadapannya terbentang pilihan: mengulang yang tak pernah tuntas, atau membuka pintu pada sesuatu yang belum tentu ia mengerti. Karena terkadang, bukan soal siapa yang datang lebih dulu... tapi siapa yang benar-benar tinggal sampai akhir.
All Rights Reserved
#752
ongoing
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Untuk Oreo dan Kamu [OG]
  • The First, Not the Last
  • Calvarie | Revisian [Segera Terbit]
  • SKALA (Reana) COMPLETED
  • Stay [Completed]
  • Kelas A [End]
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Erlangga
  • He Wrote My Name Wrong

Lauren dan Sam bukan kisah yang keras-keras jatuh cinta-mereka tumbuh pelan, dari tatapan singkat, senyum kecil, hingga diam yang saling mengerti. Di balik bangku sekolah yang sederhana, mereka menulis cerita. Tentang tawa yang tak dibuat-buat. Tentang genggaman yang nggak selalu erat, tapi hangat. Dan tentang janji-janji kecil yang mungkin... cuma untuk dikenang. Tapi waktu nggak pernah berhenti berjalan, dan orang-orang nggak selalu tinggal. Kini, mereka duduk di ujung dunia yang berbeda-masih saling ada, tapi tak lagi saling punya. Lalu, jika satu surat bisa membuka kembali pintu yang tertutup rapi, masih pantaskah kisah mereka kembali dibaca? ------------

More details
WpActionLinkContent Guidelines