Story cover for Dream  by GayatriNi
Dream
  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 11
  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 11
Ongoing, First published Jun 15, 2022
"Ini sudah tiga tahun aku menunggunya," gumam Atri yang memandang langit biru dengan penuh tatapan sendu. 

"Aku tidak bisa lagi membedakan apakah perasaanku adalah ilusi hasil dari imajinasi atau dia merupakan seseorang nyata?" 

.... 

Atri, dia menunggu seorang laki-laki yang memintanya menjadi teman hidup. Namun, laki-laki itu adalah sosok yang ia temui dari tidurnya di pagi hari. Setelah penungguan yang begitu lama, Atri memutuskan untuk melupakan sosok tersebut. 

Namun, suatu tragedi besar terjadi. Dia memimpikan kembali laki-laki tersebut. 

"Tunggu aku, tetaplah menggunakan cincin di jemarimu. Aku akan menemukanmu." 

Setelah ia membuka mata, langit-langit rumah sakit terasa begitu kejam merenggut ingatannya. Hanya dua pasang mimpi yang melekat sempurna wajah seseorang tersebut yang ia ingat. Sampailah laki-laki tersebut sebagai seorang mahasiswa kedokteran yang bertugas untuk menemani pengobatan Atri. 

Dan inilah kisah Atri menutup masa-masa sendunya dengan pertemuan bersama sesosok laki-laki di dalam mimpinya. 

"Jadi, apakah reinkarnasi itu nyata?"
All Rights Reserved
Sign up to add Dream to your library and receive updates
or
#299cintadalamdiam
Content Guidelines
You may also like
Heartbeat Trauma by AnnisaCullen
7 parts Ongoing
Di sebuah rumah sakit besar dengan trauma center terbaik di Jakarta, Dr. Araya Maheswari, seorang dokter bedah trauma yang dikenal tegas dan perfeksionis, bekerja keras menyelamatkan nyawa di ruang operasi. Ia selalu mengutamakan profesionalisme, mengabaikan kehidupan pribadinya, dan memastikan setiap anggota timnya bekerja dengan standar tertinggi. Di sampingnya, ada Dr. Fero Wiranata, sahabat sekaligus rekan anestesinya sejak kuliah. Mereka telah bekerja bersama selama bertahun-tahun, memahami satu sama lain lebih dari siapa pun. Fero adalah satu-satunya orang yang bisa berbicara santai dengan Araya tanpa merasa terintimidasi oleh sikap dinginnya. Hubungan mereka berjalan di antara batas profesional dan sesuatu yang lebih dalam-sesuatu yang belum pernah mereka akui. Sementara itu, di bawah bimbingan Araya, Dr. Adimas Pratama, seorang dokter bedah muda penuh ambisi, berjuang membuktikan dirinya. Ia kerap berselisih dengan Salsabila Ramadhani, seorang perawat IGD dan bedah yang sama-sama keras kepala dan tidak mau kalah. Namun, di balik perdebatan mereka, ada perasaan yang perlahan berkembang. Ketika serangkaian kecelakaan besar terjadi, tim ini harus menghadapi tekanan luar biasa. Mulai dari menangani korban tabrakan beruntun, operasi darurat di ruang gawat darurat, hingga misi penyelamatan di lokasi bencana bersama Basarnas. Saat mereka berjuang mempertahankan nyawa pasien, mereka juga harus menghadapi perasaan mereka sendiri-ketakutan, kehilangan, dan mungkin, cinta yang tak terelakkan. Di antara kesibukan dan ketegangan hidup di dunia medis, apakah mereka berani mengizinkan diri mereka untuk mencintai? Atau justru perasaan itu akan menjadi beban yang mengganggu tugas mereka?
The Memory Between Us I LingOrm [Bahasa Indonesia] by shazzy1612
40 parts Complete Mature
Prolog - The Memory Between Us [Kenangan Antara Kita] Mereka bilang, waktu akan menyembuhkannya. Tapi dua tahun telah berlalu, dan Ling masih menatap keluar dari jendela kaca penthouse-nya, jemari menggenggam cangkir kopi dingin yang tak pernah ia habiskan. CEO. Pewaris. Tunangan dari seorang hantu. Dunianya runtuh sekali... Lalu kembali hancur saat ia dipaksa menikah dengan seseorang yang bahkan bukan miliknya sejak awal. Janji itu bukan untuknya. Pakaian itu juga bukan miliknya. Tapi nama di akta pernikahan? Ling Ling Kwong. Dan mempelai di sisinya? Orm. Tunangan adiknya. Itu seharusnya sementara. Sebuah kontrak. Hanya satu tahun untuk menjaga nama baik keluarga-lalu pergi. Tapi tak ada yang memberitahunya bahwa cinta tak tunduk pada kontrak. Dan tak ada yang memperingatkannya betapa kejamnya kenangan. Karena saat Ling akhirnya membuka hatinya lagi... Orm melupakan segalanya. Melupakan tawa mereka. Pertengkaran mereka. Janji mereka. Melupakan dirinya. Dan kini, Ling tak yakin masih punya kekuatan untuk kehilangan Orm sekali lagi. DISCLAIMER Cerita ini sepenuhnya fiksi. Tidak ada hubungannya dengan kejadian, individu, atau entitas di dunia nyata, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada. Kesamaan apa pun hanyalah kebetulan belaka dan tidak disengaja. Ling Ling Kwong & Orm Kornnaphat, tentu saja, adalah gadis-gadis yang luar biasa dan tidak seperti karakter yang digambarkan dalam fanfiksi ini. Ingat, ini hanyalah fanfiksi! Selamat membaca! **Semua foto dikreditkan kepada pemiliknya masing-masing.
𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪 by ErrorPrince
34 parts Complete Mature
Di tengah ketenangan sebuah desa kecil yang dikelilingi pegunungan yang megah, Rani, seorang remaja bermimpi menjadi penulis, menemukan warna baru dalam hidupnya ketika Arif, pemuda misterius yang baru saja pindah, melangkah masuk ke dalam dunianya. Keduanya, dengan latar belakang yang berbeda namun impian yang sama, segera menjalin persahabatan yang erat, saling berbagi harapan dan cita-cita di bawah sinar bulan purnama. Seiring waktu, perasaan mereka tumbuh lebih dalam, melampaui batasan persahabatan. Rani merasakan getaran cinta yang manis namun rumit, sementara Arif pun menyimpan perasaan yang sama. Namun, bahagia itu tidak bertahan lama. Ketika Arif mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studi di kota besar, dunia Rani terasa hancur seketika. Dalam perjalanan emosional ini, Rani terjebak antara keinginannya untuk mengungkapkan cinta yang terpendam dan rasa takut akan kehilangan. Dengan ketekunan seorang penulis sejati, Rani mulai mencurahkan isi hatinya ke dalam sebuah cerita tentang cinta yang tidak terucapkan. Cerita itu mencerminkan harapannya, kerinduannya, dan perjuangannya untuk membuat Arif mengerti betapa dalamnya perasaannya. Saat hari perpisahan mendekat, keduanya harus menghadapi pilihan yang sulit: mengejar impian yang telah lama mereka idamkan atau mempertahankan cinta yang baru saja mereka temukan. Dalam kisah yang dipenuhi konflik batin dan emosi mendalam ini, Rani dan Arif belajar bahwa cinta sejati bukan hanya soal bersama, tetapi juga tentang pengorbanan dan dukungan satu sama lain, meskipun terpisah oleh jarak. Akankah mereka mampu menjaga cinta ini tetap hidup dalam benak mereka saat kehidupan membawa mereka ke arah yang berbeda? Temukan jawabannya dalam perjalanan menyentuh yang menggugah hati ini, di mana setiap halaman menceritakan tentang keberanian untuk mencintai dan memperjuangkan impian.
CINDY : Sebelum Aku Pergi by rasainiindah
11 parts Ongoing
"Apa yang sanggup memisahkan dua hati yang saling mencinta? Katakan padaku, Cindy." Suara Rayven terdengar serak, seolah setiap katanya membawa luka yang tak bisa disembuhkan. Tatapan matanya merintih, memohon jawaban dari gadis yang berdiri di hadapannya-jawaban yang mungkin bisa menyelamatkan hatinya dari kehancuran. Cindy menatap tanah sejenak, bibirnya bergetar. Ia mengangkat wajahnya perlahan, menatap mata Rayven dengan pandangan yang dipenuhi air mata dan rasa sesal. Dengan suara yang lirih, sehalus angin yang menyesap di antara rinai hujan, ia menjawab: "Waktu, Rayven... dan tempat yang tak lagi sama." Air matanya jatuh, tanpa bisa dicegah, menyatu dengan tetes hujan yang membasahi dunia di sekitar mereka. Hujan turun seolah ikut menangis, mengiringi jiwa yang saling mencinta namun tak bisa bersama. Rayven menggeleng pelan, hatinya mencabik dari dalam. Ia meraih tangan Cindy, memohon dengan sisa harapan yang ia miliki, Namun Cindy menarik tangannya, perlahan tapi pasti, lalu melangkah mundur. "Kalau waktu memisahkan kita... maka aku akan menunggu selamanya!" Rayven berseru, suaranya nyaris patah. "Cindy, tolong... beri aku alasan! Kenapa kamu harus pergi? Kenapa bukan kita yang melawan dunia ini bersama?" Cindy tersenyum dalam tangisnya. "Karena tidak semua cinta ditakdirkan untuk dimenangkan, Rayven..." Kemudian ia berbalik, melangkah pergi, meninggalkan Rayven di tengah hujan yang kini terasa jauh lebih dingin dari sebelumnya.
You may also like
Slide 1 of 9
Heartbeat Trauma cover
The Memory Between Us I LingOrm [Bahasa Indonesia] cover
Secret Love Story "Unspeakable Love" (Complete) cover
BUNGA KEMBALI cover
BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End) cover
"Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka" cover
𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪 cover
CINDY : Sebelum Aku Pergi cover
Pelangi di Balik Hujan Rindu cover

Heartbeat Trauma

7 parts Ongoing

Di sebuah rumah sakit besar dengan trauma center terbaik di Jakarta, Dr. Araya Maheswari, seorang dokter bedah trauma yang dikenal tegas dan perfeksionis, bekerja keras menyelamatkan nyawa di ruang operasi. Ia selalu mengutamakan profesionalisme, mengabaikan kehidupan pribadinya, dan memastikan setiap anggota timnya bekerja dengan standar tertinggi. Di sampingnya, ada Dr. Fero Wiranata, sahabat sekaligus rekan anestesinya sejak kuliah. Mereka telah bekerja bersama selama bertahun-tahun, memahami satu sama lain lebih dari siapa pun. Fero adalah satu-satunya orang yang bisa berbicara santai dengan Araya tanpa merasa terintimidasi oleh sikap dinginnya. Hubungan mereka berjalan di antara batas profesional dan sesuatu yang lebih dalam-sesuatu yang belum pernah mereka akui. Sementara itu, di bawah bimbingan Araya, Dr. Adimas Pratama, seorang dokter bedah muda penuh ambisi, berjuang membuktikan dirinya. Ia kerap berselisih dengan Salsabila Ramadhani, seorang perawat IGD dan bedah yang sama-sama keras kepala dan tidak mau kalah. Namun, di balik perdebatan mereka, ada perasaan yang perlahan berkembang. Ketika serangkaian kecelakaan besar terjadi, tim ini harus menghadapi tekanan luar biasa. Mulai dari menangani korban tabrakan beruntun, operasi darurat di ruang gawat darurat, hingga misi penyelamatan di lokasi bencana bersama Basarnas. Saat mereka berjuang mempertahankan nyawa pasien, mereka juga harus menghadapi perasaan mereka sendiri-ketakutan, kehilangan, dan mungkin, cinta yang tak terelakkan. Di antara kesibukan dan ketegangan hidup di dunia medis, apakah mereka berani mengizinkan diri mereka untuk mencintai? Atau justru perasaan itu akan menjadi beban yang mengganggu tugas mereka?