What You'll Need

What You'll Need

  • WpView
    Membaca 22
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Jun 15, 2022
WpInfo
Fiksi
Romansa
Semua terlihat sempurna bagaimana tidak, lulus kuliah? CumLaude ? dan satu lagi PNS yang sering dibilang syarat menjadi menantu idaman ? semua itu sudah didapat oleh Kalista Andini di usianya yang saat ini baru menginjak 24th. Namun kalian pasti tahu, walaupun semua hal itu sudah tercapai pertanyaan semacam "masih sendiri aja kal ?" "kapan nyusul ?" "habis ini kamu udah 25th loh kal, cepet cari keburu tua! Kalau saran tante sih jangan kelamaan pilah-pilih, yang ada ntar malah gak dapet-dapet lagi!". Asal kalian tahu saja, kalista selama ini mencari kok! Yah mungkin doa jodohnya kelak (untuk membiarkan kalista agar menjomlo) lebih didengar Tuhan. Sehingga pikiran untuk istirahat mencari jodoh dan mengibarkan bendera love yourself first pun menjadi pilihan kalista saat ini. Hingga dunia kalista dipaksa untuk kembali ke zaman siti nurbaya tiba, "Kalista papa sudah ambil keputusan, kamu papa jodohkan sama anggota papah ya dan satu lagi papa gak mau ada penolakan!" ungkapnya. "what!? Sejak kapan papa menjadi kolot begini?" tanya kalista.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Prenuptial Agreement
  • Tentang Kita
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Quarter Life CriShit [TAMAT]
  • Mutualism Symbiosis[Hiatus]
  • TASYA & CALVIN
  • DIKANESHA
  • Dinikahi Profesor Galak (TAMAT)
  • May I Love You?
  • Kamu

"Tya, kapan kamu akan menikah?" tanya sang ayah. "Nanti, Yah, kalau sudah ada jodohnya," jawaban ringan itu yang selalu menjadi andalan Adistya. "Iya kapan?" tanya kembali ayahnya yang sepertinya tak sabar menginginkan sang putri untuk segera menikah. "Sabar kali, Yah, toh jodoh gak akan ke mana." "Jodoh memang tidak akan ke mana, tapi kalau gak ke mana-mana kapan dapat jodohnya." Kutipan itulah yang selalu ayahnya ucapkan. Membuat Adistya memutar bola matanya bosan. Ayahnya itu gemar menanyakan perihal jodohnya apalagi mengingat usianya yang sudah menginjak angka 27, usia yang sudah cukup matang untuk membina rumah tangga sampai ayahnya gemar sekali mencarikan jodoh yang untungnya tidak pernah berhasil. Adistya lelah begitupun dengan sang ayah, sampai akhirnya sebuah kesepakatan mereka buat untuk perjodohan terakhir Adistya. Kebebasan sudah ada di depan mata, tapi harapan itu harus gagal karena dengan lancangnya kepala Adistya mengangguk mengkhianati hatinya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan