Altar evandra

Altar evandra

  • WpView
    Reads 650
  • WpVote
    Votes 320
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 13, 2023
Kamis,11 malam.(hujan turun dengan deras nya). "KAMU PIKIR SAYA MAU TINGGAL SAMA KAMU!!!." Di malam itu seorang anak laki laki yang tengah tertidur pulas,tiba-tiba terbangun karena mendengar suara yang teramat kencang mengalahkan suara deras nya air hujan.bahkan di saat petir menggelegar-pun,suara itu masih sayup sayup terdengar. Anak laki laki itu sekitar umur 8 tahun,di mana usia tersebut terbilang muda untuk nya.anak anak pada umur tersebut pasti memiliki rasa penasaran yang kuat,jadi dengan mata yang masih setengah mengantuk kaki kecil itu melangkah keluar dari pintu kamar nya. "Kamu kalau bukan karena saya.tidak akan hidup!!!." Lagi lagi suara pekik-an itu teramat kuat.bahkan seorang anak laki laki yang tadi tengah melangkah,tampak sedikit terlonjak. "Mama???."panggil anak laki-laki tersebut. Wajah yang teramat polos sambil memegang erat Boneka chucky kesayangan nya itu,kaki kecil nya melangkah pelan dengan sedikit ketakutan di hatinya,anak laki-laki tersebut,memberanikan diri membuka kamar orang tua nya. Tangan mungil nya membuka pelan pintu kamar bercorak indah itu,kamar yang teramat sangat berantakan penuh dengan pecahan beling serta barang-barang yang terlihat berserakan.kaki anak laki laki itu mulai bergetar bersamaan dengan suara pukulan teramat kencang,dan itu berasal dari depan nya. "Mama?."suara pelan nya meluncur bersamaan dengan air mata yang keluar. Iya benar.dia sedang menyaksikan apa yang seharusnya tidak ia saksikan.seorang ayah dengan tangan kosong nya memukul tubuh seorang ibu yang ada di hadapan nya.dimana tubuh sang ibu sudah tidak berdaya untuk bangkit. Anak laki-laki itu terdiam menahan tangis,hari itu hujan turun dengan deras nya seakan hujan tahu bahwa malam ini ada seorang anak laki-laki, menyaksikan sesuatu yang seharusnya tidak boleh ia saksikan,mata seorang ibu yang berderai hanya bisa menatap anak kecil kesayangannya tengah menahan tangis melihat nya. Hujan seakan menjadi saksi bisu antara mereka... Visual:suno X jake.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Legatha [END]
  • Penguasa Alam Ghaib
  • Blurred Lines
  • My Funnie's Girl
  • ANDRA
  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • Black Code (Lima)
  • KEAJAIBAN IV

[FOLLOW SEBELUM BACA] ............ "Hujan, mending lo pulang." "Kamu siapa?" tanya Agatha yang memang tidak mengenali lelaki itu. Lelaki itu melihat tangan Agatha yang berdarah dan sudah pasti karena sayatan benda tajam. "Mau mati lo? Kenapa nggak sekalian aja loncat dari gedung yang tinggi?" "Siapa yang mau mati? Gatha masih pengen hidup kok," jawab Agatha yang masih duduk di pinggir jalan. "Abis diputusin cowok? Cih dasar cewek nggak ada otak!" "Siapa juga yang diputusin? Dasar cowok sok tahu!" balas Agatha lalu berdiri. "Terus? Itu apa?" tanyanya sambil menarik tangan Agatha, lalu lelaki itu pun membaca ukiran yang ada di lengan gadis itu. "Bajingan." Agatha pun langsung menarik tangannya kembali. "I-ini bukan apa-apa, nggak ada sangkut pautnya sama diputusin." jawab Agatha cepat. Selang beberapa detik angin malam menerpa tubuhnya yang mungil, hingga membuat gadis itu kedinginan dan langsung memeluk tubuhnya dengan kedua tangannya. "Ikut gue." Kira-kira Agatha mau dibawa ke mana yaa?? Dan siapa lelaki itu?? Mau tahu?? Ayo lanjut baca!! ⚠️ Cerita ini mengandung unsur kekerasan dan kata-kata kasar. ⚠️ Tiru yang baiknya aja, yang buruk jangan ditiru yes.

More details
WpActionLinkContent Guidelines