We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
lover's shadow

lover's shadow

  • WpView
    Reads 88
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 11, 2023
WpInfo
Fiction
Fantasy
mengapa semua sangat tidak masuk akal? Aina tidak percaya dengan semua yang ia anggap imajinasi ternyata itu adalah nyata. Bukan imajinasi nya atau bukan khayalannya itu semua memang benar-benar terjadi dan benar-benar terasa. Sentuhan, hembusan nafas, kehangatan, dan juga ciuman yang diberinya itu semua nyata bukan imajinasi semata.
All Rights Reserved
#696
bintang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senandika Kembali
  • Unwritten Figure (end)
  • Romansa Imaginer ✔ (SUDAH TERBIT)
  • Click! [moonsun]√
  • Kau Nyata?
  • Va in Soarta ✓ [TERBIT]
  • Takdir Yang Hilang [END]
  • The Brightest SUN to the Ordinary Road
  • Queen Of Another World ✓
  • Seventeen Gs    [ Blood Crystal ]

Sejak kecil, Aksa Dirgantara belajar bahwa menjadi anak pertama berarti harus mengerti lebih banyak dan meminta lebih sedikit. Ia harus menjadi contoh yang baik Harus mengalah Harus menjaga adik Harus memahami keadaan orang tua Dan yang paling penting, tidak boleh terlihat lemah. Setidaknya, begitulah yang selama ini ia pikirkan Kini Aksa telah dewasa. Ia memiliki pekerjaan, penghasilan sendiri, dan kehidupan yang dari luar tampak baik-baik saja. Namun, ada satu hal yang tidak pernah ikut tumbuh bersamanya: keberanian untuk mengatakan bahwa dirinya juga lelah. Setiap kali keluarga membutuhkan sesuatu, Aksa berusaha menjadi orang pertama yang membantu. Ketika adiknya memiliki masalah, ia menjadi tempat bercerita. Ketika orang tuanya membutuhkan dukungan, ia berusaha ada. Tetapi ketika Aksa sendiri membutuhkan tempat untuk pulang, ia tidak tahu harus mengetuk pintu siapa Malam itu, setelah seharian tersenyum di hadapan banyak orang, Aksa duduk sendirian di kamar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines