This Beauty Tell A Tale

This Beauty Tell A Tale

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 7, 2022
Hebei menumbuhkan dua bunga paling cantik dan menjanjikan, yang dapat memikat hati semua pria, tapi sejauh orang-orang mengenal, dua bunga itu sangat berbeda. Seperti air bertemu dengan minyak. Yang menyerupai air adalah Luliu, yang seperti minyak dipanggil Aran. Orang-orang menggunjing dan menyumpahi Aran di belakang, tapi diam-diam mengikuti semua gayanya. Sementara Luliu yang lebih muda, pemikirannya sudah seluas samudera dan tidak mudah terseret arus. Kemana takdir akan membawa kedua gadis yang sangat berbeda itu? Sudah siap mengikuti Fiksi UKL karya Marlina, ini? Tunggu kisah lengkapnya di Watty Ranger Astraff. Terbit Setiap Kamis dan Sabtu.
All Rights Reserved
#2
astraff
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Let Me Be Your Sky [ C O M P L E T E ]
  • BAD BOY AFAN
  • traces of love in the garden behind the school [special A&A] (END)
  • Just Friend ✅
  • GAME OVER [TERBIT]
  • Love Language
  • [BUKAN] Couple Goals 2
  • BINTANG&BULAN

"Hai, Langit? Apa kabarmu hari ini?" Langit adalah salah satu hal favorit untuk seorang Claudia Issaura. Bagi gadis gempal itu, langit sangat menenangkan, indah, sekaligus mampu memberi kekuatan, untuk segala sesuatu yang sudah dilewatinya dan pastinya tidak mudah. Tapi, tidak dengan pria sempurna macam Langit Bagaskara. Percaya atau tidak, ia sangat membenci pemandangan atau bahkan nama itu. Tidak hanya karena nama depannya yang jadi terdengar aneh, namun, juga karena rasa bersalah yang turut membuatnya resah. Sampai suatu ketika, Claudia harus terjebak dalam situasi yang sangat amat menyakitkan, bersama seorang pria sempurna yang dengan sangat mudah membayarnya layaknya barang bekas tidak berharga. Bersama pria yang begitu membenci namanya sendiri, atas dasar rasa bersalah yang membebani hatinya. Ya, takdir terkadang selucu itu, untuk mempertemukan dua orang yang sekian lama tidak bertemu, dan terlalu lama terkurung dalam rindu. Oh, atau mungkin terperangkap dalam rasa bersalah yang saling beradu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines