Story cover for KONTRAKAN BABE by muhadorohakbar
KONTRAKAN BABE
  • WpView
    Leituras 110
  • WpVote
    Votos 17
  • WpPart
    Capítulos 4
  • WpView
    Leituras 110
  • WpVote
    Votos 17
  • WpPart
    Capítulos 4
Em andamento, Primeira publicação em jun 16, 2022
Bayu udah tinggal di kontrakan babe sekitar 2 setengah taun kalo ditotal. dalam 2 setengah tahun itu juga beberapa remaja lainnya juga pada join  di kontrakannya babe.  Alasannya karena kontrakannya babe deket pake banget ke kampus dan sekolah.

Tapi mahasiswa kan biasanya sibuk dan kalo balik ke kontrakan pasti capek. Anehnya, itu kebalikannya para pengabdi kontrakannya Babe.


Babe kadang bingung kenapa anak kontrakannya pada rajin.  Bahkan disuruh bangun rumah baru buat babe juga keknya mereka jabanin.

"Beh, Ini Motornya mau di servis lagi ga? pake duit Calvin aja."

"Babe mau makan apa malem ini? biar Ino yang masakin."

"Babe ini Jusuf bawain baju baru dari kampung!!"

Dan banyak bah beh bah beh lainnya.

Kadang - kadang babe sampe merinding sendiri gara-gara diperhatiin berlebihan sama para penghuni kontrakannya.



Apa karena babe punya anak-anak cewek yang cantik?

____
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar KONTRAKAN BABE à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#663bangchan
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Don't Talk About Money, de catheryn99
55 capítulos Concluída
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
Perihal Sandwich(End), de dimsumentai
40 capítulos Concluída
Tidak ada yang mau memiliki adik sebanyak Mas Malik. Apalagi di zaman modern serba uang. Rasanya untuk membiayai hidup sendiri saja sudah sulit. Namun, bagi Mas Malik ke-enam adiknya adalah anugerah besar dalam hidupnya. Kami tujuh bersaudara dari umur dan sifat yang berbeda-beda. Kami memiliki julukan piatu geng, karena ibu sudah meninggal sejak Jafar baru dilahirkan. Gak tahu kenapa Abah sangat betah menduda. Abah bilang ibu itu seperti perampok handal yang bisa merampok semua hati Abah tidak tersisa. Kata Abah, dia terlalu takut untuk membuka hati lagi. Takut kalau ternyata gak bisa kasih ruang beserta isinya untuk si perampok baru. -Mas Malik- "Generasi Sandwich itu apa, sih, Bang?" "Kayak kita gini, saudaranya banyak." "Kata temen aku, jadi generasi Sandwich itu gak enak ya, Bang?" "Banyak anak, banyak kepala, banyak sifat, banyak kebutuhan." "Intinya jadi generasi Sandwich itu harus banyak uang, sih, biar tetep akur." "Jaf, sandwich kita ini beda dari yang lain, ini lebih spesial. Spesial bukan karena pake keju sama telor, tapi karena di dalamnya ada Abah, Mas Malik, Bang Eja, Janu, Jerry, Cahyo, sama kamu!" Bukannya memang tidak ada persahabatan yang lebih indah selain dengan saudara sendiri? Walaupun siang malam bisa berubah jadi Roro Jonggrang, tapi tetap saja mereka saling sayang seperti Upin Ipin. Masih pemula Bahasa baku, non baku Maaf kalau banyak typo 🚫Masih amburadul, tidak cocok untuk diikuti🚫 Salam Hangat Mentai👋
Our Sunset | Yeonseok x Soobin, de bykugi
39 capítulos Concluída
"Jika setiap hari kita duduk bersama, menatap langit senja dari jendela, sambil bercerita dan bertukar luka, apakah cinta akan menghampiri kita?" -Ahn Yeonseok "Selalu hanya ada aku, jendela, dan senja. Bolehkah aku berharap akan ada seseorang yang menemaniku saat senja tiba?" -Bae Soobin Yeonseok dan Soobin melakukan pernikahan kontrak. Yeonseok seorang pemilik kafe yang dituntut menikah oleh orang tuanya sebelum menginjak 36 tahun. Jika bulan depan ia tak membawa calon istri, Yeonseok harus berhadapan dengan perjodohan. Di sisi lain, Soobin, gadis berusia 29 tahun, sedang kebingungan menyelamatkan nasibnya sendiri. Setelah beberapa tahun memutuskan keluar dari rumah dan hidup sendiri, Ayahnya meminta kembali ke rumah. Bagi Soobin, itu hal mustahil. Ada sesuatu yang belum bisa ia maafkan di rumah. Akan tetapi, kali ini Ayahnya benar-benar serius. Ayah membekukan semua kartu kredit dan fasilitas Soobin. Termasuk apartemen yang hanya bisa ditinggali sampai bulan depan. Kehidupan bebas dan nyaman Soobin terancam berakhir. Takdir mempertemukan Yeonseok dan Soobin untuk saling membantu. Namun, pernikahan yang direncanakan berakhir dalam waktu 2 tahun itu, justru tanpa sengaja membawa mereka pada hubungan "saling melengkapi dan membersamai". Akankah semua suka-duka yang mereka lalui bersama justru berujung cinta? Akankah senja yang sering mereka nikmati bersama dari balik jendela menyatukan pernikahan itu selamanya?
Talvez você também goste
Slide 1 of 9
Don't Talk About Money cover
The Baby's Contract✓ cover
Goblok Epriwer (MinSung)✔ cover
KOST SKANDAL  cover
Wrongful Encounter [COMPLETED] cover
Living with Brothers  [TAMAT]✓ cover
𝐌𝐚𝐫𝐫𝐢𝐞𝐝 𝐭𝐨 𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐧𝐨𝐲𝐢𝐧𝐠 𝐇𝐮𝐬𝐛𝐚𝐧𝐝  cover
Perihal Sandwich(End) cover
Our Sunset | Yeonseok x Soobin cover

Don't Talk About Money

55 capítulos Concluída

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"