Story cover for KONTRAKAN BABE by muhadorohakbar
KONTRAKAN BABE
  • WpView
    Reads 110
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 110
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Jun 16, 2022
Bayu udah tinggal di kontrakan babe sekitar 2 setengah taun kalo ditotal. dalam 2 setengah tahun itu juga beberapa remaja lainnya juga pada join  di kontrakannya babe.  Alasannya karena kontrakannya babe deket pake banget ke kampus dan sekolah.

Tapi mahasiswa kan biasanya sibuk dan kalo balik ke kontrakan pasti capek. Anehnya, itu kebalikannya para pengabdi kontrakannya Babe.


Babe kadang bingung kenapa anak kontrakannya pada rajin.  Bahkan disuruh bangun rumah baru buat babe juga keknya mereka jabanin.

"Beh, Ini Motornya mau di servis lagi ga? pake duit Calvin aja."

"Babe mau makan apa malem ini? biar Ino yang masakin."

"Babe ini Jusuf bawain baju baru dari kampung!!"

Dan banyak bah beh bah beh lainnya.

Kadang - kadang babe sampe merinding sendiri gara-gara diperhatiin berlebihan sama para penghuni kontrakannya.



Apa karena babe punya anak-anak cewek yang cantik?

____
All Rights Reserved
Sign up to add KONTRAKAN BABE to your library and receive updates
or
#437felix
Content Guidelines
You may also like
Perihal Sandwich(End) by dimsumentai
40 parts Complete
Tidak ada yang mau memiliki adik sebanyak Mas Malik. Apalagi di zaman modern serba uang. Rasanya untuk membiayai hidup sendiri saja sudah sulit. Namun, bagi Mas Malik ke-enam adiknya adalah anugerah besar dalam hidupnya. Kami tujuh bersaudara dari umur dan sifat yang berbeda-beda. Kami memiliki julukan piatu geng, karena ibu sudah meninggal sejak Jafar baru dilahirkan. Gak tahu kenapa Abah sangat betah menduda. Abah bilang ibu itu seperti perampok handal yang bisa merampok semua hati Abah tidak tersisa. Kata Abah, dia terlalu takut untuk membuka hati lagi. Takut kalau ternyata gak bisa kasih ruang beserta isinya untuk si perampok baru. -Mas Malik- "Generasi Sandwich itu apa, sih, Bang?" "Kayak kita gini, saudaranya banyak." "Kata temen aku, jadi generasi Sandwich itu gak enak ya, Bang?" "Banyak anak, banyak kepala, banyak sifat, banyak kebutuhan." "Intinya jadi generasi Sandwich itu harus banyak uang, sih, biar tetep akur." "Jaf, sandwich kita ini beda dari yang lain, ini lebih spesial. Spesial bukan karena pake keju sama telor, tapi karena di dalamnya ada Abah, Mas Malik, Bang Eja, Janu, Jerry, Cahyo, sama kamu!" Bukannya memang tidak ada persahabatan yang lebih indah selain dengan saudara sendiri? Walaupun siang malam bisa berubah jadi Roro Jonggrang, tapi tetap saja mereka saling sayang seperti Upin Ipin. Masih pemula Bahasa baku, non baku Maaf kalau banyak typo 🚫Masih amburadul, tidak cocok untuk diikuti🚫 Salam Hangat Mentai👋
It's Always Been You✔️  by WinterAurora00
44 parts Complete
Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?
You may also like
Slide 1 of 9
KOST SKANDAL  cover
Perihal Sandwich(End) cover
Annoying boy  cover
My Intern Boy [Completed] cover
Bitter Sweet (Season 2) cover
FILOTEEMO cover
Goblok Epriwer (MinSung)✔ cover
It's Always Been You✔️  cover
Our Sunset | Yeonseok x Soobin cover

KOST SKANDAL

13 parts Ongoing

Hidup itu udah susah, tapi hidup serumah sama bayi misterius bernama Ucup? Wah, itu udah bukan susah lagi-itu nyaris kena pasal. Empat mahasiswi kost yang hidup di batas kemiskinan - Debi si penulis skrip galau, Mauli si food blogger wannabe, Diva si admin olshop yang selalu live sambil makan gorengan, dan Nafisah, guru les bahasa Inggris dengan penghasilan cukup buat beli Pampers eceran - terbangun suatu pagi dengan kejutan: ada bayi di depan kost mereka. Namanya Ucup. Suaranya cempreng. Seleranya mahal. Dan... dia bukan bayi biasa. Karena sejak Ucup datang, hidup mereka nggak pernah normal lagi. Gosip tetangga? Udah kek investigasi KPK. Rapat RT? Mending gausah datang. Dijuluki "Kost Skandal"? Iya, mereka terima dengan air mata dan sisa Indomie di panci. Tapi siapa sangka, di balik kerepotan, Ucup justru jadi alasan mereka bertahan. Dan pas keluarga sultan Ucup datang untuk mengambilnya kembali... Perang dimulai. Karena cinta itu bukan tentang DNA, tapi siapa yang ganti popok di jam 3 pagi sambil nangis bareng. --- Kalau buku ini nggak bikin kamu ngakak sambil meluk bantal, berarti kamu Ucup.