Back

Back

  • WpView
    Прочтений 9
  • WpVote
    Голосов 5
  • WpPart
    Частей 1
WpMetadataReadВ процессе
WpMetadataNoticeLast published чтв, июн. 16, 2022
"Tiga..." Suara itu menggema keseluruh ruangan melewati speaker yang berada di sudut ruangan. "Dua..." Alat yang terpasang di kepalaku mulai bergetar. Tenang, ini akan berakhir dengan cepat. "Sa..." Seketika sirine berbunyi dengan nyaringnya, cahaya merah memenuhi ruangan menghapuskan putih ruangan yang mengurungku ini. Tidak, seharusnya tidak seperti ini. Apa yang terjadi? Orang-orang berpakaian serba putih yang sedari tadi melihatku melalui kaca di seberang ruangan sepertinya juga tidak tahu apa yang terjadi. Bahkan sebagian dari mereka tampak jelas sedang panik. Aku dan orang-orang itu terus bertanya-tanya apa yang terjadi. Sampai sekelompok orang-orang denagan sejata api mendobrak masuk. Ujung laras secara terus menerus mengeluarkan cahaya. Darah hampir sepenuhnya menutupi kaca. Aku hanya bisa melihat sambil menunggu giliranku. Pintu ruangan di dobrak denagn keras, tapi suranya belum sebanding dengan sirine yang terus memekakan telingaku. Seorang dengan baju pelindung lengkap mengarahkan senjata nya kepadaku. Dan aku tahu pelurunya tepat mengenai jantungku. #hbdwia22 #writteninaction #wiaindonesia
Все права сохранены
#378
rebirth
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • The Rogue Hellion - #bountyhunterseries 2.0 [✓] 🔚
  • Two Seconds [END]
  • 🚨The sun in the dark sky🚨
  • Visual Penggerak Pena [Kumcer]
  • Cinta Tapi Cinta?
  • TVSL - The Villainess's Second Life
  • Adrian S1- And Rise of The Tale(ON EDIT KE-3 Kali)
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Husband In Second Life ✓

18+ ONLY Sequel of "THE DAMN DEMIGOD" This is an Action - Romance story with Mature content Be WISE reader - bijaklah dalam memilih bacaan ======================================= "Kamu tidak boleh pergi." Itu hal konyol! Aku masih terdiam menatap wajahnya yang sialnya selalu terlihat tampan dalam keadaan apa pun. See, bahkan sekarang tidak ada apa pun yang menutup tubuh atasnya tidak mengurangi ketampanannya sedikit pun. Oh, no, mungkin itu masalahnya yang membuatku berkali-kali hilang fokus hanya karena melihat dada bidang dengan kulit liatnya. Six-pack? Sudah pasti! Tidak hanya itu, lebih ke bawah lagi, ya, V shape di bagian pangkal perut. Begitu menggoda terlihat seperti sexy super model di luar sana. Senyum tipis terlihat jelas sekarang yang membuatnya semakin terlihat tampan. D*mn! "I should go." "You still owe me." Seperti tidak peduli, aku meninggalkanya dan detik selanjutnya dia menarikku begitu saja hingga dadaku begitu rapat dengan dadanya juga tangan besarnya sudah melingkar sempurna di pinggangku. "What?" ucapku pelan. "The deal, remember?" Oh, no. Aku berusaha melupakan hal itu, namun sepertinya tidak baginya. "What?" "Sesuatu yang kamu janjikan." "What?" ucapku lagi dengan suara yang semakin pelan. Takut dia akan meminta hal itu. "Your virginity," bisiknya tepat di telingaku.

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту