APATIS  (Selat Apatis) | Novella

APATIS (Selat Apatis) | Novella

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 9, 2022
SELAT APATIS bukan sebuah geng motor yang hobi tawuran juga membuat kerusuhan, itu seperti sebuah cricle persahabatan resmi dari 5 pemuda dan 1 gadis yang sudah saling mengenal sejak kecil. Terbiasa bersama dan berbagi tawa serta duka membuat mereka memiliki sifat saling ketergantungan. Jika salah satu dari mereka tak ada rasanya seperti ada yang hilang dalam ruang lingkup pertemanan. Tak ada rahasia yang mereka sembunyikan kecuali perasaan masing-masing. Terbiasa terbuka dengan segala hal membuat mereka berani mengambil resiko memendam perasaan demi mempertahankan persahabatan, karena mereka memiliki prinsip "Jika satu orang terlibat perasaan maka semua akan merasakan kehancuran" lalu bagaimana jika diantara mereka ada yang memiliki hubungan sakral? Apakah memilih untuk mengungkapkan atau menyembunyikan dengan resiko yang harus mereka terima nantinya. Belum lagi masalah pribadi masing-masing yang sedang menunggu untuk diselesaikan. Al Jenggala, Panca Cakrawala, Arby Anantha, Timah Firmansyah, Irsyad Syahputra, Selatan Abimana. Enam manusia yang mencari bahagia lewat solidaritas
All Rights Reserved
#830
coldboy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOST MY BREATH (ON GOING)
  • Falling Like A Star
  • ALBAR
  • ASKARA [END]
  • My Boyfriend Is The Most Wanted
  • Bara [REVISI]
  • BLACK MOON
  • RafaelClara
  • VERMILLION
  • Gardenia | END

INI CERITA KARYA IMAJINASI AKU SENDIRI. JADI, JIKALAU ADA NAMA, TEMPAT DAN LAIN SEBAGAINYA YANG SAMA MUNGKIN ITU HANYA KEBETULAN SAJA. KARNA CERITA INI BENER-BENER KARANGAN AKU SENDIRI. MOHON DILARANG UNTUK PLAGIAT DALAM BENTUK APAPUN!!! -------- "Sisi lain yang tersembunyi..." ___ Seperti halnya luka. Ketika kamu belum merasakan bahwa kamu terluka maka kamu tak akan tau betapa pedihnya yang dirasa dari luka itu sendiri. Tapi ketika kamu tau atau bahkan mulai menyadari, maka kamu akan mulai merasakan betapa pedihnya luka itu. Meski itu hanya luka kecil sekali pun. Ketika kamu butuh sosok seorang yang menyayangi dan mencintaimu dengan tulus, saat itu juga kamu akan merasakan betapa pahitnya rasa sayang dan juga cinta, Secara bersamaan. Kamu akan mengerti ketika semuanya telah hilang, ketika semuanya menganggap Kamu tak ada bahwa sesungguhnya kamu ada. Dan kamu hanya bisa diam dan menerima, walau semua itu menyakitkan sekalipun. Airmata juga sudah tak ada gunanya hanya untuk menangisi sesuatu yang sudah terjadi. Tapi, meskipun begitu. "Kenapa airmata ini selalu saja keluar tanpa aku minta?" "Saat aku ingin bertahan pun, rasanya itu semua akan sia-sia. Tak ada yang perlu dipertahankan jika nantinya akan berakhir menyakitkan." "Terlebih, jika harus merasakan yang tak seharusnya itu terjadi secara langsung didalam hidupku" "Tak ada yang perlu dikasihani, Karna aku tak butuh rasa kasihan itu. Dan tak ada yang perlu diprihatinkan, ketika semua yang aku rasa telah hilang..., dan..., mati!" Sungguh, betapa kejamnya takdir mempermainkannya. 🍁🍁🍁

More details
WpActionLinkContent Guidelines