Tuhan Apakah Aku Boleh Menangis?

Tuhan Apakah Aku Boleh Menangis?

  • WpView
    Reads 775
  • WpVote
    Votes 156
  • WpPart
    Parts 44
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 22, 2022
WpInfo
Fanfic
RWBY
Dalam malam aku bermonolog. Isak tangis menyertai kesunyian ini. Berkelahi dengan pikiran, rasa takut, cemas, serta keinginan untuk mengakhiri semuanya. Dalam sunyi aku sendiri, berusaha berani di tengah ketakutan yang menerpa. Dunia semelelahkan ini. Aku hanya ingin orang lain mengerti, tetapi hanya tulisan ini yang mampu menjadi teman ketika aku ingin melampiaskan tangisan. Aku sendiri. Di perjalanan yang tak berujung. Berjuang sendiri tanpa ada mereka yang membangunkanku ketika terjatuh. Aku yang bertekad mengambil jalan ini, tanpa ragu walau harus banyak merelakan sesuatu yang pergi menjauh. Tanpa aku sadar, aku salah. Aku kuat, aku bertahan, aku bangkit karena ada Tuhan yang selalu bersamaku. Untukmu aku tuliskan. Sebuah catatan ketika kamu merasa sendiri, ketika kamu tidak menemukan ruang untuk berkeluh kesah, ketika kamu merasa bahwa dirimu tidak baik-baik saja, juga ketika dirimu hampir menyerah.
All Rights Reserved
#249
introvert
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Ketika Tulisan bercerita?
  • Hopeless
  • Just Words
  • We Found Another Love [Completed]
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • pengendali hati
  • Nalalira
  • Printemps
  • Langit Malam

[Proses Revisi] Ntah apa yang menurut semesta ini lebih menyakitkan dibandingkan orang tua yang berkeji hati pada sang buah hati. Segala sarwa kehidupan menjadi saksi kepahitan. Ntah sejuta nestapa lara yang terpendam, terkubur jauh lebih dalam, terbendung nyata dalam atma yang telah layu. Menyisakan duka yang terlampau sendu. Aku terlalu rapuh, untuk segala hal yang telah lalu. Ntahlah agaknya, aku terlalu sungguh, menginginkan kasihmu yang tak lagi utuh. Aku adalah aksara yang tak bermakna, sedangkan engkau fatamorgana yang kupaksa jadi nyata. Segala hal tentang keabadian fana adanya. Ini bukanlah perihal asmaraloka, ini perihal sebuah jiwa yang tak lagi utuh, yang selalu jatuh, yang terlihat tangguh namun sangatlah rapuh. Sebuah jiwa yang kehadirannya tak pernah lagi tersentuh oleh tangan-tangan halus, yang dirindukan dari seorang ayah. "Ayah tak mencintaiku..tapi aku mencintainya. Sampai kapanpun akan terus mencintainya." "Tuhan mengapa hidup di dunia begitu melelahkan?" "Sunoo lelah, bolehkah Sunoo menyerah?" "Mengapa dunia begitu kejam padaku?" "Tuhan, aku lelah terus berpura-pura bahagia" "Aku sudah terbiasa kehilangan.. tetapi mengapa rasa sakit selalu datang saat aku kembali merasakan kehilangan?" "KENAPA HARUS AKU YANG MERASAKAN INI SEMUA?!" (Baru revisi bagian awal. Sisanya belum. Kalo ada kekurangan mohon maaf, bagian awal mungkin kurang seru, tapi coba baca sampe akhir, dijamin seru! Kalau kata orang sih gitu... Hehehehehe) Cover by : ZaAera20 Multi language Ada bahasa kasar sedikit Narasi : baku Dialog : non baku Mengandung kekerasan⚠️ Terdapat unsur bullying ⚠️ Start : 23 Februari 2021 End : 28 Agustus 2021 Cerita ini murni ide author, jika menemukan kesamaan cerita, itu hanya sebuah kebetulan Dilarang keras mengcopy cerita Zera!⚠️ Cerita Zera diperuntukkan untuk di baca.. bukan di copy atau di plagiat

More details
WpActionLinkContent Guidelines