Story cover for Haspira by Luh_Haspira_27
Haspira
  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 7
Ongoing, First published Jun 18, 2022
"aku tetap hidup, sebab kalian ada"

Kisah seorang gadis SMA yang hidup di bawah keterpurukan setelah pindah dari tanah kelahirannya.

Namun, di sekolah barunya, dia mendapat sesuatu yang begitu menyakitkan karena alasan yang tak masuk akal.

Mampukah dia bertahan hingga akhir? Ataukah menunjukkan semua kemampuannya untuk membungkam para bedebah yang gila akan kekuasaan?
All Rights Reserved
Sign up to add Haspira to your library and receive updates
or
#180tangis
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Hujan dan Sebuket Dandelion cover
Rainy Day (complete) cover
RAINKA - SUDAH TERBIT cover
SELESAI (Say Goodbye) cover
Ada cinta dibalik hujan turun cover
Dia Menyukai Hujan cover
ALEYA~~ cover
Unforgettable, every second of it cover
Aniseyza  cover

Hujan dan Sebuket Dandelion

6 parts Ongoing

Ini tentang keluarga. Juga tentang hujan yang indah. Seperti halnya Naradra Carolina Abastra. Penyuka kaos oversize juga celana training yang sedikit kepanjangan. Gadis biasa-biasa saja dengan rambut panjangnya yang tergerai bebas. Ketika rintik-rintik hujan saling berjatuhan hingga berubah deras. Dia selalu ada untuk melihatnya menyambut bumi. Menciptakan suara melodi yang indah, dibalik awan gelap. Begitu juga dengan bunga dandelion, indah dengan caranya sendiri. Terbang bebas tanpa takut terlihat berbeda. Karena itu Nara suka dengan keduanya. Namun kekakuannya hanya satu, yakni seorang Damantara Gusti Pangestu. Lelaki dengan rambut kecoklatan dan kacamata bulat yang bertengger sempurna menghiasi wajahnya. Bukan laki-laki culun juga berandal. Gusti selalu berhasil menjungkir balikkan hatinya. Dengan mata hitamnya yang memikat. Sayangnya, dia bergerak untuk sebuah rahasia kelam. Namun, jika waktu terus mengikis rahasia yang selama ini mereka tutup. Apakah Tuhan masih memberi kesempatan untuk bersama? Atau justru mereka sendiri yang akan pergi, meninggalkan jejak yang kian dalam? __________________________________________________ Gusti menghela napas. "Mau tau sesuatu?" matanya menatapku begitu serius. "Sesuatu?" Laki-laki itu mengangguk. "Tentang semua ini, yang mungkin buat lo risi?"