Sepatu Kaca

Sepatu Kaca

  • WpView
    Reads 2,890
  • WpVote
    Votes 189
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 12, 2025
"Satu yang harus kamu tahu, aku benci perempuan cacat dan buruk rupa sepertimu." Aku tersenyum kecil, sudah mulai terbiasa dengan kalimat itu. seharusnya dia sadar diri, aku tak bisa berjalan normal karena ulah siapa? Sekarang dia mengutukku karena harus menikahiku, sebagai pertanggung jawaban. Hingga sesuatu terjadi, seseorang membeberkan pernikahan kami dan mau tidak mau, Narendra harus mengubah sikapnya padaku. Dan kisah kamipun dimulai.
All Rights Reserved
#144
rumahtangga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Komposisi Cinta (END)
  • When Can You Love Me? (End)
  • Sanskara Sky [END]
  • Cruel Wedding
  • I decided to stop [END]
  • DARKA
  • DECISION
  • Antara Aku, Kamu dan Dia. [End]
  • The Fault Wedding
  • the protektif wedding

Segala kebaikan yang ada di muka bumi ini, Naida rasa Sandi memilikinya. Lebih dari sekadar seorang suami, Sandi seperti malaikat. Ya, begitulah yang ia rasa selama menjalani hubungan dengan Sandi. Selama enam bulan pernikahannya dengan Sandi, Naida tidak pernah mendapatkan sesuatu yang mengejutkan kecuali nama yang selalu disebut sang suami ketika hangat malam mendekap keduanya. ____________ Sandi menyukai perempuan itu. Pada pandangan pertama di pertemuan mereka. Ia menikahi seorang Naida Zabrina bukan karena kecantikannya yang mirip seperti perempuan sehidup sematinya. Ia hanya, rindu? Rindu mendapat perlakuan lembut nan menyenangkan seperti yang dulu sering ia rasakan. Naida bisa melakukannya juga. Tapi ia tidak menyangka bahwa Naida mampu menghadirkan rasa yang lebih indah dari sekadar suka. Lalu bagaimana dengan janji sehidup semati yang ia ikrarkan pada perempuan yang pernah mengisi separuh hidupnya? *** Cinta itu nikmat. Semua orang mendambakan kenikmatannya, namun tak semua tahu cara meraciknya hingga terasa sempurna. Kini, komposisinya sudah tepat-ada aku, ada kamu, dan ada cinta di antara kita. Tidak lebih, tidak kurang. Sederhana, tapi sungguh luar biasa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines