Agency [END]

Agency [END]

  • WpView
    Reads 1,332,055
  • WpVote
    Votes 92,541
  • WpPart
    Parts 49
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Feb 25, 2025
WpInfo
Fanfic
NCT
Sabrina sama Naka itu musuh abadi, orang satu kantor juga tau seberapa parah mereka saling membenci. Tapi siapa yang menduga kalau di balik rasa benci itu, Sabrina justru jatuh hati pada Naka? Di hari terakhir Naka bekerja di Plan B, Sabrina tanpa pikir panjang menyatakan perasaannya. Nasib naas, pernyataan cintanya hanya dibalas satu kata berbunyi, "makasih." Kesal? Tentu saja. Tapi Sabrina tidak malu-malu amat sebab itu adalah hari terakhirnya bertemu dengan Naka. Hari-harinya kembali berjalan dengan normal hingga enam bulan kemudian, Naka kembali ke Plan B. Dunia Sabrina pun kembali gonjang-ganjing.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • When Hearts Collide
  • [✔]Aplikasi Jingga (Haechan Ft. Giselle)
  • LOVE REVOLUTION || JENRINA
  • How To Fall in Love - NoHyuck -
  • Rental boyfriend (END)
  • Posesif-nim | JENO KARINA
  • Love's Labyrinth. [END]
  • Love : Ex [Lee Dong-hyuck × Shin Ryu-jin]  (TAMAT✔️)
  • Halo, Jodoh!

Sebagai salah satu staf paling teliti dan andal di Luminous Jewelry, anak perusahaan terkemuka dari The Gold Diamond Group. Kanina selalu menjalankan tugasnya tanpa cela. Kariernya stabil, hidupnya tenang, dan yang terpenting: dia jauh dari segala bentuk drama romansa kantor yang memusingkan. At least, that's what she thought. Semua berubah ketika ia melenggang memasuki ruangan tertinggi di kantor, ruangan milik Arzeno Kaivandra Yudistira. Sang Presiden Direktur. CEO muda penuh kharisma, tampan, dan... notoriously single. Sosok yang selalu menjadi perbincangan hangat di setiap sudut kantor, dan diam-diam, sumber kekacauan emosional bagi banyak wanita di Luminous. Tapi hari itu, Zeno-begitu semua orang memanggilnya-tidak memanggil Kanina untuk urusan pekerjaan. Kalimat yang keluar dari mulut pria itu sukses menghentikan denyut waktu. "Besok malam saya akan datang ke rumah kamu... untuk melamar." It was not a question. It was a declaration. Dan seketika, hidup Kanina yang tenang berubah menjadi medan tabrakan dua hati, penuh rahasia masa lalu, konflik internal, dan perasaan-perasaan yang terlalu sulit untuk diabaikan. Sebab cinta kadang datang... bukan dengan pertanyaan. Tapi dengan keputusan.*

More details
WpActionLinkContent Guidelines