[BL] Memories After Rain

[BL] Memories After Rain

  • WpView
    Reads 160
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 11, 2024
"Trauma akan kehilangan", tak sedikit orang yang mengalami hal yang sama seperti Varon. Perpisahan dengan orang yang berharga bagi dirinya, membuat Varon tenggelam dalam rasa takut akan kehilangan, membuatnya mengunci hati dan menjadi orang yang dingin. Namun, rasa takut itu perlahan memudar ketika angkatan murid baru datang ke sekolahnya. Varon bertemu dengan junior yang terlihat hampir mirip dengan sahabatnya, yang ternyata... Dan saat itulah dimulailah kisah hidup Varon... "Sejauh apapun pikiran lu ngebawa lu, sedalam apapun pikiran lu nenggelamin lu, sehening apapun pikiran lu, gue bakal tetep datang buat nyadarin lu, kalau lu itu gak sendiri lagi." ucap Alex. "Gue bakal terus ngucapin kata-kata gue, kalau lu gak bakal pernah kehilangan gue. Gue bakal selalu ada buat lu, setiap lu butuh, setiap lu kesepian, gue bakal selalu ada di samping lu." ucap Alex seraya mengusap-usap pelan tangan Varon.
All Rights Reserved
#419
childhoodfriends
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • Hey, Look Here! [SUDAH TERBIT]
  • janji kecil
  • My Bromance [18+] End
  • Davidson || END
  • DLS [ 2 ] Ansellina
  • [✔�️] Anti Romantic ⋆ Jaesahi
  • Certainty [REVISI & TERBIT]
  • Ke Tiga Penjaga Ku
  • Giant Baby [COMPLETED]

Sekolah. Sekedar ladel atau judul untuk bangunan yang menjulang tinggi yang menerima ratusan remaja yang katanya menuntut ilmu pendidikan. Apa itu sekolah? Yang ia tahu tempat ini adalah jelmaan neraka atau versi terbaru, kecilnya. "Lo!!! Benar-benar licik!!" Teriakan itu meledak ke udara penuh emosi yang tidak bisa di jelaskan. "Hahahaha." Tertawa menggema, palsu, dan nyaring. Tangan terangkat menghapus jejak air mata gaib, padahal tidak ada air mata yang turun dari netra cokelatnya, mata itu kering tangis itu hanya sandiwara. Tawanya padam secepat kilat, seketika wajah itu berubah serius, seolah tidak pernah mengenal tawa. "Thanks for the praising to me." Wajah yang tadinya tertawa ceria langsung tergantikan dengan wajah yang berubah dingin, bahkan aura mengintimidasi mencekam lawan. "Gue nggak suka basa-basi," katanya pelan tapi menusuk. "Keluar dari sekolah ini dan point nilai lo untuk gue! Atau......." Senyumnya miring dan beracun terukir. "Scandal lo gue sebar," tersenyum smirk. Menatap wajah gadis di depannya yang sudah pucat. "Lo ngancem gue??" Sebisa mungkin siswi bernama Velena itu terlihat berani. Ia tidak mau kelihatan takut di depan gadis dengan tai lalat di ujung mata kanannya itu. "No!" "Hanya memberikan saran," ujarnya santai." Saran gue ini bagus, nyelametin lo dari rasa malu, kedepannya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines