shadow of love | on going

shadow of love | on going

  • WpView
    Reads 672
  • WpVote
    Votes 651
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 18, 2023
Haidar, seorang mahasiswa ini menyatukan cinta nya kepada seorang gadis cantik bernama azalea yang beraada di fakultas yang sama dengan nya, fakultas hukum. Namun tuhan berkehendak lain, kini azalea dan haidar harus menahan kepedihan yang sangat dalam setelah tahu siapa diantara mereka yang sesungguhnya. "Azalea, maaf dan terimakasih atas kisah yang telah kita lalui" haidar efendi fahreza. Apakah cinta mereka akan bersemi seperti bunga bunga di musim panas? Atau justru gugur seperti bunga di musim gugur?
All Rights Reserved
#54
haidar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Estatua Del Caballo
  • Teruntuk Mia
  • Tenang bertemu Riuh
  • Sajak dan Rima (Selesai)
  • ELSHANUM AZ-ZAHRA (COMPLETE)
  • Two Hearts, One Path ~Harqeel (HIATUS)
  • Antara Nada dan Lensa
  • Takdir di Antara Kita (Tamat)

Mirza Fachri seorang mahasiswa Universitas Darul Hanan yang mengenakan jas almamater hijau muda hanya ingin turun ke jalan, menyuarakan keadilan. Tapi takdir membawanya bertemu dengan Anindya, seorang perempuan sederhana dengan senyum yang terasa seperti rumah. Entah kebetulan atau keajaiban Anindya berasal dari kampus yang sama dengan Mirza. Dalam keramaian ribuan manusia, hanya Anindya yang terasa paling sunyi, paling nyata. Dari segelas air mineral yang dibagi, tawa kecil disimpang jalan, sampai obrolan lewat pesan. Mirza perlahan jatuh hati kepadanya, tanpa rencana, tanpa peringatan. Tapi cinta tidak pernah adil. Satu pesan dari Anindya mengubah segalanya. Dia sudah punya seseorang. Seseorang yang bukan Mirza. Dan senyumannya yang dulu jadi alasan Mirza menulis quotes, puisi, kini milik orang lain. Ini bukan kisah tentang memiliki. Ini tentang mencintai diam-diam, berharap dalam sepi, lalu belajar melepaskan tanpa pernah benar- benar siap. Karena kadang... yang datang mengisi hati, justru tak pernah tinggal.

More details
WpActionLinkContent Guidelines