Keep Me
  • WpView
    LECTURES 44
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., juin 20, 2022
Seorang laki-laki bediri dihadapan ku, rambut putih yang tampak berkilau di bawah sinar bulan terlihat sangat indah. Wajah sayu yang memandangi ku, bibirnya tersenyum manis ke arah ku. Berbagai pertanyaan bermunculan di kepalaku, siapa orang ini? "A-apa yang-" kata Dea terkejut, tiba-tiba saja orang itu memeluk tubunya. Dingin... Itu yang kurasakan. Namun, entah mengapa dekapan nya yang dingin ini aku merasakan perasaan yang sudah lama tak ku rasakan. Semua rasa sakit yang kurasakan seolah terobati. Tangis ku pun pecah, suara rintihan kecil mulai terdengar berbarengan dengan belaian lembut tangan nya pada rambut ku seolah menenangkan diriku.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • MY DESTINY (COMPLETED)
  • BLE MOU ✓
  • Sexi And Brave
  • My Heart (Cor Meum) ✔ (PINDAH KE DREAME)
  • The King Werewolf [SUDAH TERBIT]
  • HAPPIEST WOUND (SELESAI)✅
  • OUR HAPPINESS?
  • The Dryades || Jung Jaehyun [Completed]
  • Menyerah atau Bertahan?

Kisah seorang gadis yang harus menerima kenyataan, bahwa dia adalah mate dari seorang Alpha kejam yang tidak ingin menerimanya _________________________________________ "Arrrrrggggghhhhhh" aku mendengar jeritan kencang gadis itu, aku melihat tubuhnya bersimbah darah karena perutnya tergores oleh kuku beracun Joseph yang sebenarnya di tujukan padaku. Tubuhku lemas seketika, aku ambruk di samping tubuhnya, kulihat matanya sayu namun masih terbuka. Aku menarik tubuhnya ke pangkuanku, tanpa sadar air mataku mengalir deras di pipiku. Jason mengerang kesakitan didalam kepalaku. "Tu-tuan tidak apa-apa? Tuan baik baik saja kan?" tanyanya lemah padaku sambil menyentuh pipiku menghapus air mata yang turun disitu. Tangannya terasa sangat dingin, darahnya terus keluar melalui perutnya yang terluka. Aku mengambil tangan mungilnya dari pipiku lalu mengecup telapaknya lama, air mataku tak mau berhenti menetes. "Mengapa kau mengkhawatirkanku disaat kau dalam keadaan seperti ini?" ucapku sambil terisak. "Tu-tuan kenapa menangis? Tuan kan membenciku? Aku tidak suka melihat tuan menangis, karena aku sssstttt aku me-mencintai tuan" ucapnya sambil menahan sakit, aku yang mendengar itu merasa tercabik cabik di dalam hatiku. 'Dia mencintaiku' aku senang mendengarnya namun..... "Aaaaarrrgggggghhhhhh" Ps : Maafkan author kalau cerita ini kurang menarik, dan terus beri kritik dan saran buat author biar kedepannya bisa membuat novel yang lebih bagus lagi, see you soon. Publish : Minggu, 26 Nov 2017

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu