Sabda Untuk Nirmala (OnGoing)

Sabda Untuk Nirmala (OnGoing)

  • WpView
    Reads 1,505
  • WpVote
    Votes 143
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 20, 2025
Nirmala Arista harus menerima takdir terburuk dalam hidupnya. Jelang satu bulan pernikahan, dia mengalami kecelakaan dan membuat syaraf matanya tidak lagi bisa berfungsi. Satu minggu menjelang hari H, calon suaminya--Banyu--justru tiba-tiba saja menghilang tanpa kabar. Padahal Banyu sudah berjanji kalau dia akan menerima apa pun keadaan Nirmala. Keluarga dari pihak calon mempelai pria dan wanita tentu saja merasa malu akan kejadian tersebut. Masalahnya, semua sudah direncanakan secara matang. Tidak mungkin dibatalkan begitu saja. Tidak ingin lepas dari tanggung jawab dan menahan malu seumur hidup, lantas keluarga Banyu memilih putra bungsu mereka untuk menjadi pria pengganti. Tak juga bisa menolak, Sabda harus menerima pernikahan tiba-tibanya dengan lapang dada. Bisakah Nirmala menerima Sabda--pria yang dua tahun lebih muda darinya? Lantas bagaimana dengan Sabda yang harus beristrikan wanita tunanetra?
All Rights Reserved
#706
buta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tepi Lintang (HIATUS)
  • DUGA (TERBIT)
  • Sabda Sang Senja
  • Cintaku Lebih Dari Dendammu
  • Mr.Cool is My Husband (On Going)
  • Derana Duka (lengkap)
  • Malam Sendu di Akhir Sujud | TERBIT
  • 224: Today, Tomorrow, Forever
  • Suami Adikku, Ayah Anakku
  • Dear, Mas Duda

(HIATUS) Cerita akan dilanjut dalam kurung waktu yang belum bisa ditentukan. Lintang telah memilih jodohnya sejak dini. Di ulang tahunnya yang kesembilan tahun, Lintang mengarahkan telunjuknya pada sosok Sadam Aisena Salim. Dan di hari itu pula kehidupan Sadam berubah total. "Ma, Pa, Lintang mau menikah dengan dia!" Sadam terdiam di tempatnya. Menatap anak sembilan tahun itu dengan tatapan horror. Tawa juga tepuk tangan keluarga besar justru semakin mengurung Sadam dalam ketakutan. Guyonan kedua keluarga besar membuat Sadam terasa semakin tercekik. Hingga di usianya yang sudah cukup umur, Sadam memilih untuk melarikan diri ke luar negeri. Menghilang dan melupakan kehadiran mimpi buruk yang selalu menghantunya dalam wujud anak kecil dengan gigi ompong. Sejauh apapun ia berlalu, guyonan aneh itu terus menghantuinya. Sampai Sadam memutuskan untuk kembali. Ia bertekad untuk mengakhiri semua mimpi buruknya. ia harus mengakhiri guyonan keluarganya yang tak berhenti meskipun itu sudah berlalu bertahun-tahun lamanya. Namun ada yang aneh, ketika Sadam ingin berhadapan dengan mimpi buruknya ia justru bertemu dengan seorang bidadari? "Siapa?" "Ini saya Sadam. Calon suamimu." "Ah... anak cengeng itu?" "Huh? Anak ... cengeng?" Untuk kedua kalinya, Sadam dibuat tak berkutik oleh Lintang Biru. Namun kali ini kenapa rasanya ada yang aneh? Seharusnya tidak seperti ini!

More details
WpActionLinkContent Guidelines