Rebeca (Series)

Rebeca (Series)

  • WpView
    Lecturas 45
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 19
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, feb 27, 2023
WpInfo
Poesía
Teruntuk orang pemberian Tuhan. Kamu. "Teruntuk seseorang yang telah disiapkan Tuhan, lalu didatangkan ia dihadapanku, seseorang yang mampu mengobati sendu, seseorang yang mampu membuatku melupakan. Semua perkara yang membebani dada, sesorang yang hadir saat aku butuh dekapan sebab dunia yang begitu jahat, jatuh menirpa aku. Terimakasih telah ada, meski nyata, nyatanya aku tak bisa sepenuhnya mencintaimu sebagaimana kamu mencintaiku, maaf jika aku terlalu membebani pikiranmu, sebab aku juga tak ingin hadir hanya dalam khayalmu. Itu kenaoa aku selalu berusaha ada pada saat waktu memang menakdirkan kita untuk saling mengukir sebuah kisah, karena aku tak ingin lagi kehilangan waktu begitu saj, sebab menyia-nyiakan orang yang hadir tulus karena cinta, sebab aju tahu rasa sakitnya, sebab aju tahu rasanya disia-siakan begitu saja. Terimakasih untuk segala kisah, semoga kelak, Tuhan menunjukkan kebesarannya." Rere untuk Arsya.
Todos los derechos reservados
#187
rere
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ANTARA DOA DAN RASA
  • If It's You
  • YEON ^26^
  • Resiko
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • Girls With Me
  • PAIN (TERBIT) ✔

Setelah patah hati yang mengajarkan luka lebih dalam dari sekadar kehilangan, Lili bersumpah tak ingin jatuh lagi. Tapi takdir mempertemukannya dengan lelaki sederhana yang hadir tanpa janji manis tapi penuh makna. lelaki itu berbeda. Bukan hanya caranya mencintai, tapi juga arah doanya. Semakin dekat mereka, semakin jauh kenyataan membawa. Di antara senyuman dan air mata, mereka menyadari: cinta bisa tumbuh di mana saja, tapi tak selalu bisa tinggal. Ini adalah cerita tentang dua hati yang saling menemukan, tapi tak bisa memiliki. Bukan karena tak cinta tapi karena mereka terlalu percaya. Apakah rasa bisa tetap tumbuh meski arah tak sejalan? Atau justru mereka harus memilih, antara cinta yang hangat... atau keyakinan yang tak bisa dikompromi?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido