Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
Sibling

Sibling

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 5, 2023
Sebuah kejutan dari jalannya takdir sungguh amat tragis bagi dua kehidupan dua anak manusia, kehidupan yang semula indah dan penuh dengan banyak impian. Tiba-tiba berubah suram dan gelap gulita. Sebuah rumah yang dulunya menjadi sumber kebahagiaan, seketika berubah menjadi ruang hampa. Takdir memberikan kejutan mereka, suatu hal yang sama sekali tak terduga akan terjadi bahkan walau dalam mimpi. Empat orang yang hidup bahagia dalam satu rumah dan disebut keluarga, tiba-tiba hanya tersisa dua orang adik-beradik. Ini adalah kisah adik-beradik yang tinggal disatu atap, namun tanpa perlindungan. Kedua orang tuanya meninggal dalam tragedi kecelakaan. Keenan, seorang anak pertama yang baru berusia 17 tahun, harus siap menjadi kedua orang tua plus kakak yang akan melindungi Cyra adiknya, yang mulai depresi pasca kematian kedua orang tuanya. Bukan hal yang mudah tentunya, di saat ia belum terlalu mengerti akan dunia, tiba-tiba harus bertahan menghadapi perubahan drastis adiknya.
All Rights Reserved
#394
mental
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • Twins; Jevan-Nevan [TERBIT]
  • Cakra's Last Embrace. | End |
  • A Life That Turns
  • VIOLAND [TERBIT]
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Intan dan printilan nya (gen13)

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines