Desire and Destiny [END]

Desire and Destiny [END]

  • WpView
    Leituras 1,115
  • WpVote
    Votos 213
  • WpPart
    Capítulos 25
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, ago 4, 2022
WpInfo
Fanfic
NCT
"Hey, kenapa kau sangat baik kepadaku? Menolongku, bahkan mentraktirku sebuah eskrim yang begitu enak. Seolah-olah tahu bahwa aku memang menginginkan eskrim itu. Kau hebat, seperti ibu peri! Haha!" ucap Eve. Mendengar penuturan konyol dan polos dari perempuan di sampingnya, membuat Jeffan menahan gemas dalam hati. "Mana bisa aku disebut ibu peri, aku ini kan laki-laki" elaknya sembari menggeleng dengan senyuman kecil. Eve terkekeh mengingat momen sederhana itu, singkat namun begitu berarti. Sama dengan hubungan keduanya. "Mulai sekarang, izinkan aku yang menjadi ibu peri untukmu."
Todos os Direitos Reservados
#765
jaerose
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • (End) My Punishment
  • HE'S DIFFERENT FROM THE OTHER || SUNGJAKE (END)
  • Can You Love Me? | Jung Jaehyun
  • Love, Maybe? Jangkku
  • Korban Fujo Season 2 [END]
  • Require. • Jayhoon (END)
  • MY BAD BOYFRIEND[OH SEHUN]✓
  • (just) friend(?) ✔
  • [Terjemah] SAVE ME, KEEP ME | MarkChan GS ✔️
  • My Brother[Sequel Mianhae My Brother]

"Daddy" Chanyeol menatap bocah empat tahun yang menatapnya dengan mata berbinar itu. Lelahnya luruh seiring dengan rentangan tangan kecil itu di hadapannya. Dia tak punya pilihan lain selain membalas tatapan itu dengan sebuah senyuman. Tak menunggu lama, tubuh gempal itu sudah terayun di pelukannya. Bocah itu terkekeh bahagia dalam rangkulan pria tinggi berambut ikal itu. "Jaehyunie!" "Eomma! Daddy datang!" seru bocah itu dalam dekapan Chanyeol. Perempuan yang di panggil 'eomma' oleh bocah itu, hanya menatap Chanyeol sekilas lalu kembali masuk ke dalam rumahnya. "Eomma sudah masak enak. Ayo masuk daddy!" "Ehm. Daddy tanya, Jaehyunie tidak merepotkan eomma selama daddy pergi?" "Tidak. Jaehyunie jadi anak yang baik." "Bagus. Daddy bangga pada jagoan daddy ini." "Daddy!" "Oleh-oleh." "Aigoooo! Daddy membawakan figur deadpool untukmu. Kau pasti menyukainya." "Jaehyunie ayo masuk!" "Daddy! Eomma memanggil!" bocah berambut jamur itu mengerjap lucu. Chanyeol tersenyum dan membawa anak itu masuk ke dalam rumah. "Nasi goreng kimchi. Yeaaayyyy!" pekik Jaehyun dari pelukan Chanyeol. Pria itu mendudukkan Jaehyun di kursi khusus untuknya, lalu dia duduk di samping jagoan kecilnya. "Daddy juga menyukai nasi goreng kimchi buatan eomma?" "Ehm. Tentu saja." Chanyeol melirik ibu Jaehyun. Perempuan yang sudah lebih dari empat tahun itu tak pernah merubah ekspresi wajahnya bila berhadapan dengannya. Dingin dan tak acuh. "Eomma tidak menyiapkan sarapan untuk daddy?" Tanya si kecil Jaehyun. Si ibu langsung berdiri dari duduknya, dan kembali dengan sepiring nasi goreng kimchi. "Ck...ck... Eomma lagi-lagi tak membuatkan daddy telur mata sapi. Ehm." Perempuan itu mendesah pelan, lalu memotong telurnya menjadi dua dan membaginya ke piring Chanyeol. "Daddy jangan khawatir, nanti aku akan mengingatkan eomma untuk membuatkan telur yang utuh untuk daddy." Chanyeol mengusap kepala Jaehyun. Senyumnya terkembang tipis. "Selamat makan daddy!" "Ehm. Selamat makan jagoan!"

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo