Perjuangan yang Sia-Sia

Perjuangan yang Sia-Sia

  • WpView
    Reads 1,160
  • WpVote
    Votes 778
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 8, 2024
"Aku bisa melihatmu dari dekat, bercanda, dan berbagi perasaan denganmu. Namun, aku tak akan bisa memilikimu." Saat kita menyukai seseorang, itu wajar. Bahkan, sangat wajar. Begitulah yang terjadi pada seorang gadis yang menyukai kakak kelasnya secara diam-diam, selama hampir satu tahun. Tetapi, apakah rasa suka gadis itu, akan terbalas oleh kakak kelasnya? Hujan adalah saksi bagaimana dirinya bertemu dengan gadis yang sangat berarti dalam hidupnya, dan hujan pula yang membawa gadis itu pergi di dalam lengkara. "Hujan membawaku bertemu denganmu. Namun, hujan pula yang membawamu pergi dariku." CERITA INI MURNI DARI PIKIRAN AKU SENDIRI. JIKA ADA KESAMAAN ATAU KEMIRIPAN ITU HANYA KEBETULAN. JANGAN LUPA FOLLOW, BACA, DAN VOTE YA BESTIE.
All Rights Reserved
#2
menyukaidalamdiam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • How to Burn the Bad Boy (END)
  • Friendship In Love
  • Teruntuk Mia
  • RAIN [END]
  • ELZEAN [On Going]
  • RAISEN
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • Sebuah Rasa
  • Two Love One The Heart [On Going]

"Arjun terus yang dipilih. Kapan lo milih gue?" tanya Ragas dengan kesak sambil menatap Ralin. "Kalo Arjun ajak lo ke kantin lagi, apa lo bakal nolak?" "Oh ya nggak mungkin gue tolak dong. Arjun ngajak gue ke kantin? Berduaan? Makan bakso? Dan gue dengan bodohnya nolak itu?" Ralin tersenyum remeh kepada Ragas. "TAPI GUE JUGA MAU." Ragas membalas ngotot. "GUE YANG NGGAK MAU!" "Lo nyadar nggak sih kalo gue cemburu?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines