Misi Terakhir Ku

Misi Terakhir Ku

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 3, 2023
Berjuta tahun lalu kerajaan cloud dan lightning selalu ingin menghabisi, tetapi apa jadinya jika mereka saling bertemu dan berteman tetapi tidak mengetahui identitas diri masing-masing?? ??? : " Viona...sebaiknya kita jangan membuang waktu lebih lama lagi, mari kita akhiri perselisihan ini" Vio : "ya tentu saja, dan jangan lupa jika pertarungan ini hanya menyisakan satu orang saja, maka jangan terlalu sungkan" ??? : " hmm tentu saja aku tau itu, (tapi aku berharap kita berdua masih bisa bersatu, jika memang diantara kita hanya bisa 1 orang saja yg hidup, maka aku harap kau yg hidup lebih lama dariku vio..na)" Kenapa tuh? Penasaran sama ceritanya selanjutnya? Ya baca makanya anjay😤
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] Meeting the Lord
  • too beautiful to notice (YananTianjiarui)(END)
  • Sang Panglima (Tamat)
  • The Night Blade's Burden
  • Crimson Veil
  • I'm More Than Just A Princess
  • [1] Takdir Putri Kecil Yang Liar
  • life of Star Flower (Kalgukjju Au)
  • DAECHWITA 🔥✔️(Tamat)

Judul asli : 逢君 Author : 我要成仙 Sinopsis   Rui diberi gelar Putri Chaoyang sejak dia masih kecil. Ayahnya adalah seorang jenderal hebat dengan eksploitasi militer yang hebat, dan dia dipersiapkan sebagai ratu berikutnya.   Sampai dia bertemu Pangeran Kesembilan Pangeran ketika dia berusia delapan tahun, dia merasa bahwa Pangeran Kesembilan jelas lebih cantik daripada Pangeran. Dia dibujuk untuk bertukar tanda cinta dengannya setelah terpesona oleh nafsu pria itu kakinya ketika dia tahu!   Istri sang jenderal mencibir dan melemparkan liontin giok itu ke He Yan, "Rui'er masih muda, apakah Pangeran Kesembilan tidak tahu apa yang terjadi?"   Pemuda itu menundukkan kepalanya dan menunduk tanpa mengucapkan sepatah kata pun.   Delapan tahun kemudian, kaisar, yang sering terbaring di tempat tidur, meninggal dunia, dan warisannya diwariskan kepada pangeran kesembilan, yang ibu kandungnya rendah hati dan tidak populer. Menghadapi tentara kekaisaran yang mengelilingi ibu kota, tidak ada seorang pun di istana yang keberatan.   Mendengar darah menodai tembok istana malam itu, tepat ketika istana sang jenderal sedang panik, dekrit kekaisaran tiba-tiba datang, dan istri sang jenderal hanya bisa dengan gelisah mengirim putrinya, yang baru saja menumbuhkan rambut, ke istana.   Ada desas-desus di istana bahwa kaisar harus menidurkan ratu setiap malam sebelum pergi ke ruang belajar kekaisaran untuk menangani urusan kenegaraan.   Orang-orang di Istana Jiaofang tertawa dan tidak berkata apa-apa. Pernahkah Anda mendengar kaisar bercerita?

More details
WpActionLinkContent Guidelines