ARABELA STORY (END)

ARABELA STORY (END)

  • WpView
    Reads 81,163
  • WpVote
    Votes 6,727
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 22, 2022
Fhatur tersenyum menatap hijab Ara yang di terpa angin laut tangan lelaki itu dengan gesit menahan hijab Ara agar tidak terangkat memperlihatkan anak rambutnya. Walaupun di tempat ini tidak ada siapapun selain mereka tetap saja lelaki itu selalu posesif tentang Ara. Ara terkekeh geli memilih menjauhi Fhatur berlari ke tepian pantai dengan tawa indahnya membuat Fhatur terpanah sesaat mengejar Ara. Tetapi Ara terus berlari tak membiarkan Fhatur menangkapnya"mas buruan kejar Ara"teriaknya dengan tawa pecah melihat Fhatur yang berlari Ara tertawa sudah lelah berlari sepanjang pasir putih Gadis itu memilih duduk disana "Kena sayang"ucap Fhatur tertawa berhasil menangkap Ara. Ara ikut tertawa"curang ih Ara kan duduk" Fhatur malah gemas sendiri sedari dulu masa kehamilan Ara sampai sudah melahirkan putranya kedua pipi itu masih saja gembul tiada tirus-tirusnya Dengan gemas Fhatur mengigit pipi Ara membulat sang empu mengaduh kesakitan berkahir Fhatur mendapatkan cubitan maut dari Ara. "Ampun sayang"ringis Fhatur membuat Ara terus menarik telinga suaminya makin gencar "Jangan ulangin,pipi Ara udah habis nih" "Iyah sayang,iya," PROSES PENERBITAN PLAGIAT MENJAUH LAH!! TAHAP REVISI
All Rights Reserved
#122
persit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Raina Maramitha
  • AKSARA Garis Pertemuan
  • HIDAYAH CINTA UNTUK ZHAFIRA (TERBIT)
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • Dirava (Dira, Rara, Arva).
  • LENTERA KEABADIAN By Rawnaa
  • CENGKRAMAN DIRGA'S
  • Love Is You (Tamat)

~Raina Maramitha~ Baginya hidup ini benar-benar rumit, perihal perasaan yang membelenggu membuatnya seolah berada pada kepalsuan hidup. Ia tertawa, tapi tak pernah benar-benar bahagia. Ia tersenyum, tapi tak pernah benar-benar merasa baik-baik saja. "Seperti apa sebenarnya definisi kebahagiaan itu?" Ada ruang dihatinya yang terasa hampa. Ada ruang dihatinya yang terasa perih, Ada kenyataan hidup yang tak bisa diterima olehnya. Ia hanya ingin benar-benar merasa bahagia. Tidak ada rasa sakit, ketika menerima kenyataan hidup. Tidak ada rasa hampa ketika tertawa, Tidak ada rasa perih ketika tersenyum. Ia menginginkan kedamaian hati itu. Kedamaian yang membawanya pada kebahagiaan sejati. Akankah dirinya dapat merasakannya? Akankah dirinya bisa berdamai dengan keadaan? Akankah dirinya dapat menemukan kedamaian dan kebahagiaan sejati? ** [Blurb] "Lo tahu, Lo orang paling jahat yang pernah gue temui," sarkas seorang pria berhoodie hitam. Raina terdiam air matanya mengalir deras di pipinya. "Demi kebahagiaan Lo sendiri, Lo tega hancurin kebahagiaan keluarga lain, hah?" sinis pria tersebut. Risa menggeleng dengan air mata yng terus mengalir. "LO MUNAFIK RAINA!" Raina jatuh tersungkur. Badannya meluruh. Hatinya terasa remuk. Semua terasa berhenti baginya. Tubuhnya melemas. Ucapan pria tersebut seolah membuat Raina hilang dari dunia ini. #Catatan: Hanya fiksi belaka #cover by Lela ig : lelasyn_

More details
WpActionLinkContent Guidelines