MiARon
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 25, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"𝚂𝚎𝚙𝚎𝚛𝚝𝚒 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚝𝚊𝚗𝚐 𝚌𝚘𝚔𝚕𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚓𝚞, 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚛𝚒𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚋𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚋𝚊𝚗𝚍𝚒𝚗𝚐𝚊𝚗. 𝚒𝚝𝚞 𝚊𝚔𝚞. " 𝙤𝙡𝙞𝙫𝙚𝙨𝙤𝙤𝙮𝙖 ... "Gue ga mau nikah muda, gue bakal bunuh anak ini. " " silahkan, tapi sebelum lu bunuh dia, lu bakal gue bunuh secara tragis. " ... Mia, gadis cantik yang sayangnya mempunyai nasib buruk. Dicaci, dimaki, dibully dan diasingkan keluarga sudah Mia alami. Mia tak takut itu semua, ia tak takut dengan kematian, tapi ia mempunyai ketakutan terbesar, yaitu hamil diluar nikah, menurutnya itu adalah kesalahan yang sangat fatal. Tapi sayang sekarang ia juga mengalami itu, dimana didalam rahimnya terdapat satu nyawa atas kecerobohannya. Sungguh lengkap sekali penderitaan Mia sekarang. Aron, cowo yang menaruhkan benihnya kedalam rahim Mia. Bagaimana kelanjut hidup mia, akankah aron bertanggungjawab dengan menikahinya? 𝐍𝐨 𝐜𝐨𝐩𝐲 ✅ 𝐍𝐨 𝐩𝐥𝐚𝐠𝐢𝐚𝐭 ✅ 𝐇𝐚𝐬𝐢𝐥 𝐩𝐞𝐦𝐢𝐤𝐢𝐫𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢 ✅
All Rights Reserved
#891
nikahmuda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SOLITUDES
  • Strong Girl Michella (END)
  • Wedding Romance [RE-PUBLISH]
  • JIWA DAN RAGA
  • SELF LOVE
  • ARISYI EL QATHYA
  • ZiAron [END]
SOLITUDES

Highest rank: #1 in Fiksiremaja #1 in Cerita #3 Pregnant #5 teenfiction #8 in Benci #8 in Pregnant #10 in SMA #10 in Remaja [DISARANKAN UNTUK FOLLOW AUTHOR TERLEBIH DAHULU, AGAR PEMBACA TAHU PENGUMUMAN TENTANG CERITA INI] ---- Malam itu, membuatnya membenci dirinya sendiri. Malam itu, malam terburuk baginya. Mengakhiri hidup adalah salah satu jalan baginya. Rasa benci yang sangat besar, membuatnya merasa kesepian. Ingin ia memutar waktu, untuk tidak menemuinya malam itu. 'Selalu menganggap diriku kotor, adalah sebuah kebiasaan.' - Gianna Pristin Dirgantara - ---- Kesalahan besar telah ia perbuat. Tantangan konyol yang membuatnya terjebak. Rasa penyesalan semakin tumbuh dalam dirinya. Lelah sudah ketika ia semakin tenggelam dalam penyesalan yang dalam. Kata maaf tidak pantas untuk ia ucapkan. 'Menyakitinya adalah kebiasaanku.' - Arthur Julian Wijayanto - ---- DON'T COPY MY STORY!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines