We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Above the Clouds

Above the Clouds

  • WpView
    Reads 68,616
  • WpVote
    Votes 5,434
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 20, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"Rasanya duduk diatas awan itu gimana ya?" "Terjun bebas yang ada." Sahut Reiki. "Aku pengen kaya Nobita, ada Doraemon disisinya. Kalo bosen pasti ada aja kegiatan yang dibuat oleh mereka. Salah satunya alat 'gas pengeras awan' gitu." Ucapan si bayi yang makin melantur. "Tidurlah." Reiki menutup mata Uzi agar segera tidur. Uzi namanya. Pemuda bertubuh mungil memiliki kesan gemas serta imut itu menunggu pelukan hangat yang dijanjikan oleh ibu pantinya dulu. Alasan kenapa dia masih berharap akan hal itu karena, kalung yang dia pakai sejak dia ditemukan oleh ibu panti. Bunda azami bilang bahwa kalung tersebut menjadi petunjuk bahwa keluarga yang Uzi selalu impikan akan datang membawanya. Percaya akan hal tersebut, Uzi selalu memakai kalung yang berbandul huruf awal namanya yaitu 'U'. Dan bila diperhatikan lebih teliti lagi di belakang huruf tersebut terdapat ukiran kelinci dengan ikat seperti pita di kepalanya. Uzi ditemukan tergeletak di tengah jalan sepi dan hampir saja terlindas truk besar bila saja bunda Azami tidak segera membawanya dari tempat. Uzi si otak encer hingga diumurnya 15 tahun sudah menduduki kelas 2 SMA jalur prestasi dan beasiswa. Uzi terlalu cepat masuk sekolah dasar walaupun sempat diragukan di awal oleh pihak sekolah. Si pendek dengan segala tingkah tidak jelas. Si ekstrovert yang kadang berubah menjadi introvert.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • "Transfer Student wa Kodoku ja Nai"
  • Light, Azkiel
  • Human Living (Slow update)
  • Five wishes! [SM Family]
  •  Cuman Kebetulan
  • Romantisme yang membara [END]
  • 春のロマンス- Haru No Romansu (Romansa Musim Semi)
  • Transmigrasi Bunda
  • Patah Hati Setengah Komedi

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

More details
WpActionLinkContent Guidelines