Story cover for The War Within by FriedAnchovy
The War Within
  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jun 22, 2022
Mereka hanya ingin hidup tenang.
Tapi peperangan selalu merenggut apa yang mereka punya.
Mulai dari kehidupan mereka di masa sekarang, hingga masa depan mereka.
Termasuk juga masa depan anak-anak tak berdosa yang terseret dalam egoisme orang dewasa.

Ini adalah kisah sekelompok "penantang masa depan". Anak-anak yang berjuang dengan tangan-tangan kecil mereka yang rapuh. Berusaha mati-matian untuk dapat menatap masa depan mereka yang semu.
All Rights Reserved
Sign up to add The War Within to your library and receive updates
or
#770war
Content Guidelines
You may also like
Syal Merah by FabianBadaiAntashena
5 parts Ongoing
Lihatlah manusia.... makhluk berakal, katanya, tapi berakal hanya untuk merancang kehancuran dengan cara yang lebih efisien dari iblis manapun. Mereka lahir dengan tangan kosong, namun tumbuh dengan jemari yang tak pernah cukup menggenggam. Satu takhta tak cukup, satu negeri terlalu sempit, satu nyawa tak sebanding dengan harga ambisi. Mereka mencipta Tuhan dari kaca dan bayangan, lalu menjadikannya alasan untuk menyalakan api di rumah sesamanya. Lalu, ketika tubuh hangus terbakar, mereka berkata: "Ini takdir, ini suci." Padahal semua hanya siasat licik, untuk menjarah lebih banyak, menguasai lebih dalam. Di medan perang, tidak ada musuh sejati, hanya cermin-cermin retak yang saling menuduh bayangan masing-masing sebagai setan. Manusia menanam senyum di bibir diplomasi, sementara tangannya menandatangani pengiriman peluru ke tempat di mana anak-anak belajar menyebut "ayah". Dan ketika tanah itu retak oleh ledakan, dan langit pun tak sudi menurunkan hujan, mereka berkumpul di ruang rapat ber-AC, membahas damai yang bisa dijual dengan harga saham. Oh, manusia bukan makhluk sosial- mereka makhluk serigala yang diajari mengenakan jas. Mereka berdiri di atas kuburan sambil berkata: "Semua demi kemajuan." Apa makna "maju", jika harus melangkahi mayat? Apa artinya "kebebasan", jika harus dipaksa dengan moncong senjata? Mereka mencipta kata-kata indah- "perjuangan", "nasionalisme", "pengorbanan", tapi semuanya hanya selimut untuk menutupi nafsu kekuasaan yang menjijikkan. Sejatinya, manusia mencintai kehancuran- sebab di puing-puing itu, mereka bisa membangun kerajaan atas nama harapan, padahal fondasinya dari daging dan darah. Tak ada yang suci dalam perang. Tak ada yang heroik dalam membunuh. Yang ada hanyalah manusia- yang selalu lapar, selalu haus, selalu ingin menjadi Tuhan tanpa pernah bisa menjadi manusia,.
RESURGERE: The Andalas Of Nusan [CH] by Appenelon-desu
73 parts Ongoing
𝘽𝙖𝙘𝙖 𝙩𝙖𝙜𝙖𝙧, 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙜𝙖𝙠 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙥𝙖𝙝𝙖𝙢 . . . . Dunia ini dulunya hanyalah hamparan biasa, hingga kekuatan magis pertama kali terlahir dari kehendak alam. Namun, sihir yang seharusnya menjadi anugerah justru disalahgunakan. Orang-orang yang tidak bertanggung jawab memperlakukan kekuatan mereka sebagai alat untuk berkuasa, tanpa peduli akan kehancuran yang mereka tinggalkan. Dari keegoisan itu, lahirlah kekacauan, perang, dan penderitaan. Hingga akhirnya, sebuah tekad baru muncul, tekad untuk mengendalikan sihir, bukan dikendalikan olehnya. Para pemimpin membangun tatanan baru, aturan yang mengikat, dan tempat-tempat pembelajaran bagi mereka yang terlahir dengan bakat magis. Namun, sejarah selalu berulang. Di tengah damai yang rapuh, bayang-bayang keserakahan kembali mengintai. Dan kini, seorang pemuda harus menemukan jalannya sendiri di dunia yang gila ini, siap atau tidak, mau atau- "TIDAK MAUUUUU!!!" "Heh! jangan menolak! Kau akan ke Akademi besok! ingat!" "Aku tidak mau~ huaa kehidupan malas ku akan hancur." "Kalau kau menolak, koleksi cacing beracun mu akan ku bakar." ". . ." "Yah merepotkan. Mungkin lebih baik aku tidur, dan pura-pura dunia ini baik-baik saja." -Indonesia . . . ! Di ambil dari kisah fiksi author sendiri, gak ada sangkut pautnya sama dunia nyata, mau itu tatanan masyarakat, jabatan, posisi, hukum dan sebagainya. Author cuma manusia biasa yang pastinya tak lepas dari kekurangan. Inspirasi cerita?... Banyak pokoknya, dan author jadiin satu dalam cerita ini. Sama sekali gak adanya bermaksud menjiplak dan gak terima di jiplak. Author gak akan iklas kalau ada yang tiba-tiba jiplak cerita ini trus di jadiin alasan inspirasi cerita dan dan modifikasi sama sekali, alias plek ketiplek. "Menjiplak bukan karena tidak bisa berkarya, tapi karena terlalu malas untuk mencoba." - Appelmerah, 2025 Segitu dulu, bay~
The Queens [COMPLETED] by chieszstory
83 parts Complete Mature
Masuk WIA READING LIST 2022 / Periode 4 Genre: [Dark Fantasy] [Historical Fiction] Highlight Tag: [Perang] [Intrik Politik] Warning: [Terdapat Konten Dewasa; seperti kebrutalan, darah, kekerasan, seks implisit, dsb.] >>Cocok untuk pembaca yg mau pusing dan tidak naif. >>Cocok untuk pembaca yg suka karakter wanita kuat. >>Cocok untuk penggemar intrik politik. >>Cocok untuk penggemar perang yg mencari adegan perang dengan strategi perang yg dijabarkan secara jelas. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ "Akan selalu ada hal yang bisa dijadikan penyebab perang, Jenderal. Kami hanyalah kambing hitam untuk perang kali ini. Kau pikir dengan tidak adanya para putri Naz, kedamaian bisa bertahan abadi?" Hanya butuh satu raja yang cinta buta kepada seorang gadis untuk membawa seluruh kerajaan pada peperangan. Gadis yang akhirnya jatuh ke tangannya dan menjadi seorang ratu. Tapi ini bukan tentang gadis itu saja. Ini juga tentang saudari-saudari si gadis yang dibagi-bagikan seperti rampasan perang. Sebagian diperlakukan layaknya ratu, sebagian diperlakukan hina. Satu per satu nyawa dan kehormatan melayang. Hingga akhirnya para ratu yang terdesak pun dipaksa ikut bermain dalam perebutan kekuasaan raja-raja yang tidak pernah puas. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ >>Chapter2 yang berisi adegan perang: ~Chapter 3-4: A Glimpse of Tarkh's Conquest 1&2 ~Chapter 57-69: Arc Perang #Terdapat >>Fun Fact<<yang berisi serba-serbi perang medieval di setiap arc yang diawali judul 'Perang' ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Terinspirasi dari Game of Throne, dengan nama, karakter, dan jalan cerita yang benar-benar berbeda. Inspirasi berupa penokohan di mana tidak ada satu tokoh utama (seperti di cerita pada umumnya) dan karakter wanita yang kuat juga intrik politik antar kerajaan.
You may also like
Slide 1 of 8
Syal Merah cover
RESURGERE: The Andalas Of Nusan [CH] cover
changed or not? cover
spirited Military cover
Largest Caliber cover
The Queens [COMPLETED] cover
Gandakusuma cover
Kisah Akala cover

Syal Merah

5 parts Ongoing

Lihatlah manusia.... makhluk berakal, katanya, tapi berakal hanya untuk merancang kehancuran dengan cara yang lebih efisien dari iblis manapun. Mereka lahir dengan tangan kosong, namun tumbuh dengan jemari yang tak pernah cukup menggenggam. Satu takhta tak cukup, satu negeri terlalu sempit, satu nyawa tak sebanding dengan harga ambisi. Mereka mencipta Tuhan dari kaca dan bayangan, lalu menjadikannya alasan untuk menyalakan api di rumah sesamanya. Lalu, ketika tubuh hangus terbakar, mereka berkata: "Ini takdir, ini suci." Padahal semua hanya siasat licik, untuk menjarah lebih banyak, menguasai lebih dalam. Di medan perang, tidak ada musuh sejati, hanya cermin-cermin retak yang saling menuduh bayangan masing-masing sebagai setan. Manusia menanam senyum di bibir diplomasi, sementara tangannya menandatangani pengiriman peluru ke tempat di mana anak-anak belajar menyebut "ayah". Dan ketika tanah itu retak oleh ledakan, dan langit pun tak sudi menurunkan hujan, mereka berkumpul di ruang rapat ber-AC, membahas damai yang bisa dijual dengan harga saham. Oh, manusia bukan makhluk sosial- mereka makhluk serigala yang diajari mengenakan jas. Mereka berdiri di atas kuburan sambil berkata: "Semua demi kemajuan." Apa makna "maju", jika harus melangkahi mayat? Apa artinya "kebebasan", jika harus dipaksa dengan moncong senjata? Mereka mencipta kata-kata indah- "perjuangan", "nasionalisme", "pengorbanan", tapi semuanya hanya selimut untuk menutupi nafsu kekuasaan yang menjijikkan. Sejatinya, manusia mencintai kehancuran- sebab di puing-puing itu, mereka bisa membangun kerajaan atas nama harapan, padahal fondasinya dari daging dan darah. Tak ada yang suci dalam perang. Tak ada yang heroik dalam membunuh. Yang ada hanyalah manusia- yang selalu lapar, selalu haus, selalu ingin menjadi Tuhan tanpa pernah bisa menjadi manusia,.