FUTURE

FUTURE

  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 1, 2022
WpInfo
Fanfic
TREASURE
Gadis berumur 15 tahun dan seorang kakak perempuan berumur 2 tahun lebih tua darinya. Terlahir dari keluarga yang sederhana, hidupnya tidak bergelimang harta namun kebahagiaan terasa didalamnya Malam mengerikan bagi arin, takdir merenggut kedua orang tuanya Harapan untuk hidup sudah tidak ada lagi, namun ia sadar, ia masih memiliki seorang kakak perempuan yang sangat menyayanginya, mengurusnya dengan baik "Halo arin? Bunda dan ayah akan pulang dari rumah nenek malam ini, bilangin sama kakak kamu juga ya?" "Oke, hati hati dijalan ya bun" "Kak udah jam segini kok bunda sama ayah belum sampe ya?" Tanya arin pada kakaknya yang kini sedang melihat televisi Terjadi kecelakaan beruntun dan menewaskan banyak pengendara beroda dua Kini polisi telah datang ke TKP untuk mengecek apa penyebab terjadinya kecelakaan tersebut, dan sekarang jalanan sudah dipenuhi oleh kerumunan orang Tanpa lama lama lagi, ayo simak kisah kehidupan masa depan Arina Edyandra Elwin
All Rights Reserved
#344
future
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vulnere ✔
  • AURORA
  • UMBRELLA
  • Constellations From The Room
  • Our Transmigration? Our? [ON GOING]
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Cakra's Last Embrace. | End |
  • Glitch
  • Raden
  • SetaLyna

Terlahir serupa, tidak membuat Aaric dan Aaroon memiliki kemampuan dan sifat yang sama. Aaric dengan segala kesempurnaanya, dan Aaroon dengan segala keterbatasannya. Sang kakak yang penuh pujian, dan Aaroon yang penuh dengan cibiran dan hinanaan, bahkan dari Ibu yang melahirkannya. Kehidupannya berubah total, ketika sang kakak yang menjadi kebanggaan orang tuanya, meninggal dalam kecelakaan beberapa bulan lalu. Ia yang penuh keterbatasan dituntut menjadi sempurna layaknya sang Kakak. Kebebasannya terenggut secara paksa, setiap langkahnya bahkan telah diatur sempurna oleh sang Bunda. Mereka tidak pernah memberi Aaron kesempatan untuk memilih dan memperjuangkan mimpinya. Mereka hanya tau, Aaroon harus menjadi seperti apa yang kedua orang tuanya inginkan. Aaric harus rela mengesampingkan keinginannya untuk menjadi seniman hebat agar keinginan ayahnya tercapai, namun apakah ia bisa? Sedangkan kemampuannya tidaklah sehebat kakaknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines