Aku punya pilihan (ON GOING)

Aku punya pilihan (ON GOING)

  • WpView
    Reads 170
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 27, 2022
Suara gemercik air hujan senantiasa menemani gadis itu untuk bermain main dengan masalalu. Tatapannya menyiratkan luka yang amat mendalam. Tidak pernah terbesit sedikitpun dalam otaknya, berurusan dengan takdir rumit itu. Mempunyai keluarga yang tidak harmonis dari kecil, membuat hatinya keras untuk menerima orang baru. Tawa kecil perlahan memudar seiring bertambahnya persoalan dalam hidupnya. Seketika pendewasaan diri telah berjalan. *** Selain kilas balik kehidupan keluarga, ada kisah percintaan yang tak kalah rumit. Farell ? Jovian ? Atau malah Steven ? Siapa yang akan bersama lea di ending cerita? "Punya dua ayah, punya dua ibu. Ternyata tidak cukup untuk memberiku cinta yang tulus. selamat datang dicerita hidupku" -Azalea Mauren- SARAN : Refresh dulu sebelum baca. Minta tolong vote ya.. Terimakasih ^^ Semoga suka~~~
All Rights Reserved
#91
wanitakarir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • Edelweiss or Dandelion. (On Going)
  • Cake's Strawberry
  • Story Stela
  • RAINKA - SUDAH TERBIT
  • EverLasting Love [TAMAT]
  • ALEYA~~
  • one day later(End)
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines