Fake World Game

Fake World Game

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 22, 2022
Suasana malam ini cukup baik, di langit sana, ada bulan sabit yang cerah serta banyak taburan bintang yang sangat cantik di sekelilingnya. Malam yang sepi, dan angin yang cukup tenang, menjadi teman Jehan yang saat ini sedang duduk sendirian di teras rumah sambil memainkan ponselnya. "Tapi, gue gak pernah siap kalau ada yang mau pergi dari hidup gue," katanya. "Wajar, mungkin karena orang itu punya kenangan yang berarti buat lo, makannya lo gak pernah mau dia pergi," Setelah selesai membaca jawaban teks singkat yang di kirimkan lawan bicaranya, Jehan pun menghela napas berat, lalu jarinya mulai mengetik keyboard yang ada di ponselnya. "Bener, lo terlalu berarti buat gue, makannya gue gak pernah mau lo pergi." ... Memainkan sebuah permainan di dalam dunia maya membuat Jehan lupa tentang kehidupannya di dunia nyata. Kepercayaan yang sudah hancur, kembali tersusun, dan dinding tebal yang di buatnya, perlahan runtuh. Tapi, di saat Jehan sudah menemukan sebuah tempat untuk bersandar, sosok itu perlahan pergi menjauh sampai menghilang entah kemana. Akhirnya, Jehan pun menyadari betapa bodoh dirinya. "Kamu nyata, tapi untuk memilikimu, mengapa tidak bisa?"
All Rights Reserved
#87
roleplayer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Not Today
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • [✔] 𝙹𝚄𝚂𝚃 𝙰 𝙳𝚁𝙰𝙵𝚃 𝙾𝙵 𝙼𝚈 𝙼𝙸𝙽𝙳
  • Goodbye, Aska! (END)
  • Beware of The Villain
  • KAISAN ; Yang Tenggelam Di Lautan Lara
  • DERAN
  • Clingy Badboy [End]
  • ZEPHYR : REALITY AND ILUSION
  • Pangeran Kegelapan
Not Today

Haewon pun lelah dan mencoba menghubungi nomor yang mungkin bisa membantunya. "Halo? Dengan siapa dan dimana?" Ucap seseorang di handphone tersebut. "Halo aku haewon, bisa kau beri sambungan ini kepada taehyung?" ucap haewon dengan orang yang sedang ia hubungi. "Sebentar ya" Kemudian ia mendengar suara khas taehyung "sudah ku tebak kau akan menelpon ku lagi, jadi ada apa?" Tanya taehyung disebrang sana. "Eommaku hilang, feeling ku eommaku diculik oleh orang yang mengejar kita kemaren...tolong bantu aku.." ucap haewon dengan lirih. "Baiklah tunggu disana, aku akan membawa pasukan ku" ucap taehyung disebrang sana. "Hey tak perlu seheboh itu ini hanya-" Ucapan haewonn terpotong. "Kau tidak boleh sepele terhadap musuh haewon, mungkin bisa jadi musuh telah mengintai mu dibalik gorden rumahmu" ucap taehyung. "Tae, jangan membuat aku merinding" dan kemudian telepon tersebut dimatikan oleh pihak sebelah. Haewon memang merasa ada yang sedang mengintainya namun ia berusaha berfikir positif. Penasaran? Baca yuk ceritanya:)

More details
WpActionLinkContent Guidelines