I Need You

I Need You

  • WpView
    Reads 1,386
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Tue, Mar 3, 2015
"Mau kamu apa sih nivi? Apa kamu gak nyaman kalau lihat aku bahagia bersama shila,kenapa kami selalu saja mengganggu hubunganku" dengan kesal aku hampir saja menampar muka nivi untung saja fian menahanku. "Jangan rio,nanti kamu dikeluarin dari sekolah" "Iya,aku belum puas,mau gue itu kalian putus,dan kamu rio akan bersamaku tidak dengan shila tapi aku! NIVI" bentaknya sambil menghentakkan kakinya Tiba-tiba shila datang,dan menghampiri kami. "Ada apa sih ini,eh ada nivi" "Hai nivi" Nivi memutar bola matanya dan sangat marah dengan muka yang sangat kesal,entah itu karena apa. "Kamu kenapa nivi? Emang apa salah gue?" Tanyaku sambil memegang bahu nivi,nivi melepaskan peganganku itu. "Kamu itu polos atau sok polos sih?!" Mau tau kelanjutannya?! Baca yaaah:-)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Crazy Couple [End] ✔
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu
  • Rindu
  • MY M3SUMM Boyfriend (COMPLETE)
  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • ONLY YOU
  • Be Yours
  • Hidden love At School

"Tapi lo beneran nggak marah sama gue, kan?" "Nggak kok." "Serius?" "Susah juga buat marah sama lo," tukas Arraja cuek, tapi berhasil membuatku melengkungkan senyum tipis. "Habis, kalau gue marah beneran, gue takut..." Arraja menatapku dalam-dalam. Senyumku terkulum semakin lebar, siap mendengar kata-kata bucin dari Arraja. Jika benar itu terjadi, harusnya aku menyiapkan ponsel untuk merekam suara Arraja yang akan berkata romantis kepadaku. Pasalnya, bisa dihitung pakai jari berapa kali Arraja mengucapkan kata-kata manis yang sukses membuatku terharu. "... gue takut lo bunuh diri, Ay." "Triple O em ji... kok bunuh diri? Gue nggak ada niat sampai ke arah situ ya!" Aku berdiri, memalingkan muka ke arah lain. Kurang ajar! Kukira dia hendak mengucapkan kata-kata manis. "Ya iya... coba bayangin kalau gue marah sama lo, ngediamin elo, bahkan ninggalin elo. Apa lo nggak merasa sedih? Dan hal itu nggak menutup kemungkinan membuat lo jadi frustrasi, terus bunuh diri." "Dasar cowok gila!" "Lo nggak sadar diri? Lo juga gila! Kita berdua kan sama-sama crazy!" Genre : Action, Drama, Romance, Comedy.

More details
WpActionLinkContent Guidelines