Story cover for I Need You by rimaapr_10
I Need You
  • WpView
    Reads 1,385
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 1,385
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 7
Complete, First published Jan 25, 2015
"Mau kamu apa sih nivi? Apa kamu gak nyaman kalau lihat aku bahagia bersama shila,kenapa kami selalu saja mengganggu hubunganku" dengan kesal aku hampir saja menampar muka nivi untung saja fian menahanku.

 "Jangan rio,nanti kamu dikeluarin dari sekolah" 

"Iya,aku belum puas,mau gue itu kalian putus,dan kamu rio akan bersamaku tidak dengan shila tapi aku! NIVI" bentaknya sambil menghentakkan kakinya




Tiba-tiba shila datang,dan menghampiri kami.

"Ada apa sih ini,eh ada nivi"

"Hai nivi" 

Nivi memutar bola matanya dan sangat marah dengan muka yang sangat kesal,entah itu karena apa.

"Kamu kenapa nivi? Emang apa salah gue?" Tanyaku sambil memegang bahu nivi,nivi melepaskan peganganku itu.

"Kamu itu polos atau sok polos sih?!" 










Mau tau kelanjutannya?!

Baca yaaah:-)
All Rights Reserved
Sign up to add I Need You to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 7
DI DUAKAN KEMUDIAN AKU DI DEWIKAN cover
LOVE STORY QIANARRA cover
Because I'm Stupid (End) cover
kiara cover
Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤] cover
VINDEYLI cover
TUBUH GADIS NERD [END] cover

DI DUAKAN KEMUDIAN AKU DI DEWIKAN

92 parts Complete Mature

Gibran: "Sayang.. mas minta maaf, kamu jangan diam saja seperti ini, silah kan tampar atau kamu pukul saja badan mas sayang". Suara mas Gibran terdengar serak sambil menahan tangis. Terlihat mukanya merasa sangat bersalah. Mendengar perkataan mas Gibran, aku yang tadinya diam seperti robot, tiba-tiba mulai bereaksi dengan emosi yang memuncak. Tanpa sadar tanganku melayang menampar pipi mas Gibran. Kemudian aku memukul dadanya beberapa kali. Beliau kaget tapi tidak berusaha membalas perlakuanku kepadanya. "Aku benar-benar tidak menyangka mas!, kamu tega, sangat tega!. Semua perlakuanmu, kasih sayangmu bahkan semua perhatianmu selama ini ternyata palsu!", teriakku sambil menangis pada mas Gibran. "Kamu benar-benar jahat!". "apa kesalahanku sampai kamu setega ini mas!". "Aku benci sama kamu!". Teriakku kencang sambil memukul-mukul dadaku sendiri. Mas Gibran hanya diam melihat luapan emosiku yang memuncak. Kemudian tangannya berusaha memelukku, tapi aku langsung menepis tangannya menghindar, kemudian menjauh ke pojok tempat tidur.