Dosen Idola (On Going)

Dosen Idola (On Going)

  • WpView
    LECTURAS 18,596
  • WpVote
    Votos 436
  • WpPart
    Partes 17
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, jul 29, 2022
Domioka Al Mahendra atau bisa di panggil AL merupakan seorang pria lajang dewasa yang tak pernah tertarik kepada seorang wanita, bukan karena dia Gay. tetapi, belum ada wanita yang bisa menarik perhatiannya di usia yang tak lagi muda dan akan menginjak umur kepala tiga. ia di paksa oleh papanya untuk menjadi seorang dosen di sebuah kampus ternama, milik Om nya. Semua berubah ketika ia bertemu seorang mahasiswi yang mampu menarik perhatiannya dengan kepolosan yang ia miliki. Sheza Herdinawan kerap di panggil Echa apabila di rumahnya, mampukah AL menarik perhatian Echa sehingga dapat memiliki gadis remaja yang terpaut jauh dari usianya? Apakah keduanya bisa bersama ? berikut kehidupan Al dan Echa dalam cerita Dosen Idola.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • Salah Status
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido