1. REYRA [ON GOING]

1. REYRA [ON GOING]

  • WpView
    Lectures 3,014
  • WpVote
    Votes 1,094
  • WpPart
    Chapitres 44
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., nov. 15, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
‼️YUK, FOLLOW DULU SEBELUM BACA‼️ [DESK] Meningkatkan prestasi di sekolah hanya untuk bertemu seseorang yang sudah meninggalkannya? Emang ada 'kah orang seperti itu? Dia Azura. Azura Anatasya Ravengga. Di sela lamunannya, Azura berpikir.. Melalui janji yang yang terucap oleh lisan dan jari yang ditautkan lalu tersimpan di dalam hati, apakah dia akan selalu ada? Selama belasan tahun hidupnya. Gadis itu selalu bertanya-tanya kenapa seseorang yang dulu menjadi teman hidupnya, meninggalkannya. "Rere, kamu di mana? Zuzu kangen." Rasa sepi itu selalu membelenggunya. Azura hanya butuh teman untuk bercerita dan berkeluh kesah. Setelah mendapatkannya, kenapa dia hanya singgah dalam waktu yang singkat lalu pergi meninggalkannya yang terjerat oleh rindu. Kapan dia akan kembali? . . . Akhirnya setelah bertahun-tahun mengalami keterpurukan, Azura pun bertemu kembali dengan kebahagiaan yang selama ini ia nantikan. Gadis itu berharap orang itu mengingatnya. Namun, pertemuan itu ternyata adalah awal mula dari semua masalah. Azura mengalami kesulitan yang sebelumnya tidak pernah dia rasakan setelah bertemu dengan ketua geng Silent Boom itu. Dapatkah Reyhan dan Azura menyelesaikan semua masalah itu dengan baik..? Baca kisah lengkapnya, Yuk! Jangan lupa, Follow dulu🌹
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu