Mine
  • WpView
    Reads 113
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 20, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
F.Y.I : semuany murni imajinasi penulis, Dilarang menjiplak & Cerita ini berisi konten dewasa, Terdapat kekeresan,dll. Jadi mohon kerja sama nya. -- Bercerita tentang Jasmine Agatha Abrar yang telah koma hampir setahun lebih, Namun harus menikah dengan lelaki dari sahabat ayahnya itu, Lelaki yang nampak tak asing bagi dirinya, Seperti lelaki yang selalu muncul di setiap mimpi-mimpinya, Sebenarnya siapa lelaki itu..? "Tenang res, Gue sangat tau kondisi Agatha gimana, Tapi ini sudah sesuai kesepakatan Res, Gue cuman ikutin perjanjian dari ayah kita" Ucap Argus. Lelaki itu yang mendengar ucapan Argus sahabatnya pun sudah tidak bisa lagi mengucapkan apapun, Ia tidak tau lagi bagaimana harus menolak tawaran tersebut, Mengigat itu adalah salah satu wasiat dari ayah kami. "T-tapi dia koma gus, Ayolah itu anak gue satu-satunya." Jawab Ares mencoba bernegosiasi. "Mereka tetap bisa menikah, Walaupun kondisi Agatha tidak menguntungkan, Kenzo juga anak gue satu-satunya res" "Aku sangat mengerti dengan kondisi Agatha, Tapi ini adalah perjanjian keluarga kita, Salah satu wasiat ayah kita" Ares pun tidak ada pilihan lain selain menyetujuinya. "Baik, Aku setuju, Tapi dengan 1 persyaratan" Balas Ares menatap sahabatnya itu, Serta Anak disamping sahabatnya tersebut, Kenzo Arsano. "Kapanpun, jika anakku terbangun dari tidurnya, Aku ingin kita untuk merahasiakan hubungan mereka sebelum Agatha benar-benar mengenal Kenzo." Ucap Ares kepada Argus dan Kenzo "Aku tidak ingin membuat kecewa Agatha dengan menjodohkannya dalam kondisi dia seperti ini, Aku merasa jahat sebagai ayahnya" "Jadi aku harap Kenzo bisa benar benar membuat Agatha jatuh cinta kepadamu, Sampai saat itu baru kita beritahu Agatha" Ucap Ares menjelaskan yang disetujui oleh Kenzo. "Baik, Saya akan berusah sekuat saya untuk tidak mengecewakan Ayah, Dengan menjaga Agatha, Melindungi, Dan mencintainya." Janji Kenzo kepada Ayah, Ares.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • AILAH(END)✅
  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • BUNGKAM
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • ALVRI||Wasiat Cinta (On Going)
  • Rendra & Lila [END]
  • Aracha
  • Accidental' (END)
  • TRUE LOVE DESTINY [END]

‼️F I K S I‼️ 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 (adj) : tak tergantikan 🍀🍀🍀🍀🍀 "Buat Kakak," ucap seorang wanita muda mengeluarkan sebuah amplop putih yang tercantum nama sebuah rumah sakit. "Buat aku? Rumah sakit? Kamu sakit?" tanyanya yang dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih. Angkasa mengernyitkan keningnya, tangannya meraih amplop tersebut dan membukanya. Seketika wajahnya berubah pias seolah darah direnggut paksa dari wajahnya hingga membuat pucat sempurna seiring iris kembar legamnya menelusuri deretan kata yang tertera diatas kertas putih tersebut. "Aku hamil, Kak. Kata dokter anak kembar dan umurnya sudah 3 minggu." Seiring kalimat itu terucap, nadanya merendah hampir tak terdengar kalau Angkasa tidak memberi fokus padanya. "Gimana bisa? Senja, kita baru ngelakuin itu sekali. Enggak mungkin langsung jadi. Senja, bilang sama aku. Ini bukan anak aku kan?!" "Bukan anak kamu? Kakak nuduh aku ngelakuin itu sama orang lain, iya?" "Gak mungkin. Keluargaku gak punya keturunan kembar. Gak mungkin itu anak aku, Senja! Bilang sama aku, siapa yang udah menghamili kamu?" Setetes air terjun bebas dari pelupuk mata. Hatinya terluka begitu dalam sebab kalimat yang terucap bagaikan belati yang menyayat setiap lapisan hatinya. Senja sama sekali tidak pernah menyangka jika kalimat itu terucap dari bibir pria yang kerap kali menyatakan besarnya cinta yang dimiliki untuknya. Lantas apa sekarang? Dimana rasa cinta yang selalu digaungkan di telinganya itu? Bahkan Senja mendadak kehabisan kata. Senja seperti tak mengenal sosok didepannya. Asing. "Gugurin. Kalau kamu masih cinta sama aku, gugurin. Aku bakalan tetap menerima kamu asal kamu gugurin kandungan kamu." Kalimat terakhir yang Senja dengar sebelum kaki jenjangnya membawa tubuhnya melangkah pergi dari hadapan pria yang dicintainya itu tanpa ada niatan menoleh sedikitpun ke belakang meninggalkan Angkasa yang masih diam seribu bahasa tanpa berniat mengejarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines