Semenjak Jefina-Mamanya meninggal, Alga merasa seperti kehilangan dirinya sendiri. Merasa bahwa dirinya ikut terkubur di dalam liang lahat bersama Mamanya itu. Albar-Papanya yang amat minim waktu untuknya juga berhasil membuatnya merasa kesepian hampir setiap saat. Albar adalah pria yang ia jadikan panutan, pria yang ia kagumi. Hingga akhirnya semua itu beralih menjadi kebencian yang dalam karena hal kelam. - Menjadi Panglima Geng motor-Panthera bukanlah hal yang mudah. Tetapi dengan inilah Alga bisa melampiaskan semuanya serta menemukan arti keluarga yang selama ini tak pernah ia kenali. Tanpa Panthera, Alga akan tenggelam di dalam kesepian yang meronta. - Suatu hari Alga bertemu dengan seorang perempuan 'berisik' yang selalu mengganggunya dan kerap memaksanya untuk menjalin hubungan. Perempuan itu bernama Sania Dhaziella. Awalnya hanyalah kekosongan yang Alga miliki untuk Sania-tidak ada perasaan apapun. Tetapi, tanpa rasa ragu sedikitpun Sania justru mengulurkan tangannya kepada Alga. Sania berhasil mengobati lelaki itu meski tak semua luka bisa ia sembuhkan. Dan ... Tanpa Sania Dhaziella, Algavero Pradipta hanya akan tinggal nama.
More details