Forever in a Minute

Forever in a Minute

  • WpView
    LECTURAS 84
  • WpVote
    Votos 15
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, nov 23, 2025
Hidupnya berjalan tanpa suara, tanpa warna, tanpa arah. Ia terbiasa menanggung dunia sendirian, menyembunyikan tangis di balik diam. Bagi dunia, ia hanya bayangan yang lewat. Tapi bagi seseorang, ia adalah seluruh semesta yang perlu dijaga. Hadirlah satu jiwa dengan cahayanya. Disambutnya cahaya itu dengan megah, dirayunya ia dengan indah, sebelum akhirnya mengambil lebih dari yang pernah ia duga. Ia diingatkan kembali bagaimana cara bersuara dan dikenalkan pada perasaan didengarkan. Ia diajak mengenal sebuah perasaan yang membuatnya percaya bahwa tak semua hal harus abadi untuk terasa selamanya. Bukan tentang seberapa lama seseorang tinggal dalam hidupmu, tapi seberapa dalam ia tertinggal di hatimu. "Meski akhirnya redup, tapi karena kamu lah aku merasa hidup."
Todos los derechos reservados
#88
killer
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Time
  • EVANESCENT
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido