18+ : When We Were Young

18+ : When We Were Young

  • WpView
    Membaca 5,615,118
  • WpVote
    Vote 97,645
  • WpPart
    Bab 32
WpMetadataReadLengkap Sen, Sep 11, 2023
Siapa yang tidak kenal dengan Aan Sandi Negara, sosok lelaki yang gagah, tampan, dan perkasa. Kisah ini menceritakan perjalanan hidup Aan Sandi Negara, ketika usianya menginjak delapan belas tahun. Saat dirinya tergiur menjadi seorang bodyguard dengan gaji yang cukup fantastis. Membuatnya bertemu seorang gadis polos tapi menghanyutkan. Gara tidak pernah menduga jika pertemuannya dengan sosok perempuan bernama Soya Lizzua itu dapat membuatnya menjadi pria paling jantan di dunia ini. Juga setiap hari harinya yang tak pernah ia lewatka tanpa THREE G di sekitarnya, mereka adalah Gara, Gino, dan Geo. Tentang bagaimana cinta, persahabatan dan keluarga saling terikat satu sama lain. NOTE: CERITA SUDAH TAMAT DAN SEDANG DI REVISI
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#835
bodyguard
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Renjana : Arutala Dirgantara [Completed]
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • ANNOYING KOMANDAN {END} ✓
  • Heart's Owner [Slow++ Up]
  • Tetangga kok Demen
  • 2 INSAN [TAMAT]
  • Say Goodbye [ON GOING]
  • Badgirl Vs Ketos(ongoing)
  • I HATE YOU KOMANDAN!!! {END} ✓
  • Caught Her

TERSEDIA JUGA DI GOODNOVEL DENGAN JUDUL MUNAJAT PERAWAN TUA "Untuk apa kamu cemas? Apa putrimu terlibat masalah?,"tanyaku. "Apa aku harus mengatakan dengan jelas? Apa menurutmu sekalipun kamu tidak peduli dengan sekitar tidak akan ada yang peduli denganmu?,"tanya Dirga membuatku mengambil tangannya. "Terima kasih sudah membantu. Aku berhutang budi padamu,"ucapku enggan berkilah. "Jangan mengatakan hutang budi, jika kamu tidak mau membayar,"ucap Dirga. "Kalau begitu katakan. Apa yang bisa ku lakukan untuk membayarnya?,"tanyaku. "Menikahlah dengan ku,"ucap Dirga membuatku melepaskan tangannya. "Apa kamu sudah gila? Kamu pria yang sudah menikah, Dirga. Kamu terlalu jauh,"ucapku memalingkan wajah. "Tapi aku duda,"skak Dirga membuat wajahku pucat seketika. -&- Setiap knot kecepatan melaju menembus Cakrawala, sejauh itu cinta yang ku tinggalkan di setiap jejak awan. Saat roda-roda pesawat tidak lagi menapak di ujung landasan, tersisa lah keikhlasan menerima semua takdir. Berpangku pada bait ayat Allah yang terus terlantun merdu. Tingginya langit yang bisa ku tembus tidak membuatku sedekat sujud di penghujung sajadah. Jika serdadu hanya bisa mematahkan senapan di ujung pertempuran dan cendekiawan yang saling beradu argumen di atas meja mematahkan kebingungan. Lantas apakah tidak mungkin meminta Pencipta ku mematahkan takdir yang menjerat? Update seminggu 2 kali😁

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan