Raksayuikarta

Raksayuikarta

  • WpView
    Reads 2,853
  • WpVote
    Votes 2,568
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Apr 10, 2023
"Bolehkah aku pulang, Nal?" "Tentu saja. Tetapi kamu harus ingat, aku bukan rumahmu lagi." . Ini adalah cerita tentang seorang lelaki yang mencintai wanitanya dengan sepenuh hati, menjaga dan terus menjaga perasaan yang akan selamanya singgah dalam hidupnya. Ia berusaha mati-matian menata perasaan itu sebaik mungkin sebelum akhirnya memudar, hangus dan melebur bersama angin. Dia, Raksayuikarta, lelaki yang lahir pada 29 Februari tahun 2004 di Kota Batavia. Cerita ini bukan hanya tentang lelaki unik itu, namun juga tentang wanita yang dicintainya. Nallanda Renjana Megabumi. Nama yang elok, selaras dengan rupa yang dimilikinya, bulu mata lentik, juga bibir tipis yang begitu manis. Siapa yang menyangka dia adalah gadis yang serampangan, tidak taat aturan dan ironisnya, dia gadis yang tidak takut akan kematian. Hidup dalam trauma yang mengekang erat selama bertahun-tahun membuat Nalla merasa ingin mati setiap harinya. Tidak ada secelah pun kebahagiaan yang masuk ke dalam hidup gadis itu. Namun, cinta yang tulus dari seorang Raksa, bisakah melunakkan hati yang sudah terlampau mengeras itu?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Pertemukan
  • Hilang
  • AKU HANYA UNTUK NAURA
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Naura & Lukanya
  • Aneyra -after meet you
  • Alamanda (Telah Terbit)
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • "Terima kasih" Katanya (On Going)

Hidup bukan tentang seberapa cepat kita sembuh, tapi tentang seberapa tulus kita memilih untuk terus melangkah, meski dalam keadaan belum pulih sepenuhnya. Caca bukan gadis yang sempurna-dan ia tidak sedang berusaha untuk menjadi satu. Ia hanya ingin belajar berdamai dengan masa lalu, dengan dirinya, dan dengan dunia yang dulu terasa terlalu bising untuk hatinya yang rapuh. Selama bertahun-tahun, ia hidup dalam ketakutan yang tak bisa ia ungkapkan. Ia menyimpan amarah, kecewa, dan keraguan pada dirinya sendiri. Tapi pelan-pelan, langkah kecilnya membawanya keluar dari gelap yang lama membungkusnya. Bukan karena semua rasa sakit itu tiba-tiba hilang, tapi karena kini ia tahu bahwa ia tidak sendiri. Melalui kegiatan OSIS, ia belajar suara dirinya juga berharga. Lewat pengalaman volunteer, ia tahu bahwa memberi bukan soal mampu atau tidak, tapi tentang peduli. Dan lewat kehadiran Aji, ia mulai memahami bahwa ia layak dicintai-tanpa syarat, tanpa harus menjadi orang lain. Caca mungkin tidak akan pernah benar-benar melupakan luka yang dulu, tapi kini ia tidak lagi membiarkan luka itu mengatur jalan hidupnya. Ia menoleh ke belakang bukan untuk tenggelam dalam kenangan, tapi untuk mengingat betapa jauh ia sudah melangkah. Ia bukan lagi gadis kecil yang hanya bisa diam saat disakiti-ia telah menjadi pribadi yang tahu cara mencintai, terutama mencintai dirinya sendiri. Pada akhirnya, DiPertemukan bukan sekadar cerita tentang cinta antara dua orang. Ini adalah kisah tentang pertemuan-pertemuan yang membawa makna. Pertemuan dengan teman baru, pengalaman baru, dan yang paling penting-pertemuan dengan jati diri yang selama ini tersembunyi. Caca tidak diselamatkan oleh siapa pun. Ia memilih untuk menyelamatkan dirinya sendiri... dan itu adalah bentuk keberanian yang paling indah. Penulis Calista Maulidina Syofyan

More details
WpActionLinkContent Guidelines