Arabella!(HIATUS)

Arabella!(HIATUS)

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 21, 2022
Tentang seorang gadis yang dituduh Pembunuh oleh ayah nya sendiri,tentang seorang gadis yang telah di tinggalkan Bunda nya sejak 11 tahun yang lalu. Yang Seringkali Menerima Pukulan Dan Tamparan Dari Sang Ayah,Yang Hanya Menjadi Pelampiasan Cinta Seorang Davinci pradipa.yang tidak pernah mendapat cinta tulus dari seorang laki-laki. Akankah Ia Berakhir Bahagia,Sedangkan sang cinta Pertama Adalah Luka Pertama nya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT)
  • KARA
  • Autumn and Rain
  • Truth (Edisi Revisi)
  • Perjuangan Untuk Menyembuhkan "Trauma" (Terbit)
  • LANGIT END
  • Catatan hati seorang selingkuhan
  • ARGA
  • Jangan Dibaca Sendirian
  • Malaikat Cintaku

"Aku nggak tahu, dari mana semuanya menjadi retak dan berantakan seperti ini. Yang kuingat, hanya ada satu titik ketika hidupku berubah drastis. Ibuku pergi meninggalkan rumah bersama dengan lelaki lain. Meski ayahku tegar dan tabah, pada akhirnya dia menyerah dan menikahi perempuan lain. Brian, adalah satu-satunya tempat dan rumah terakhir yang aku harapkan. Tetapi, padanya aku terus menaruh rasa curiga. Hal-hal kecil membuatku marah dan tak mampu membendung emosi. Kecemasan-kecemasan itu benar-benar membuatku menderita. Aku tak lagi percaya pada cinta, Ayah. Tak lagi." ~ Serena Azura Auliana~ :+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+ Serena telah kehilangan kepercayaannya pada cinta. Semua orang yang pernah ia cintai, yang begitu ia percayai dan anggap berarti dalam hidupnya, ternyata dengan mudah menghianati cinta itu. Hatinya hancur berkeping-keping. Bukan sekadar patah-tapi benar-benar remuk, hingga tak tersisa apa pun selain reruntuhan yang menyakitkan. Tak ada lagi yang tertinggal, kecuali kekecewaan yang dalam, dan trauma yang perlahan menggerogoti jiwa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines